
Rembang, Jawa Tengah — Mahasiswa Program Desa Binaan 2026, Deswita Nur Rohmah dari Program Studi Biologi Universitas Diponegoro, mengembangkan platform My Cemara selama periode pengabdian berlangsung, terhitung dari 3 Juli sampai 23 Agustus 2026 menu khusus dalam website Desa Wisata Punjulharjo untuk mendukung program adopsi pohon yang digagas Tim ProKlim Desa Punjulharjo. Program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan masyarakat dalam adopsi, penanaman, dan pemeliharaan cemara laut di kawasan pesisir desa.
Sebelumnya, program adopsi cemara laut belum memiliki sistem pendaftaran, pengelolaan, dan pemantauan yang terstruktur. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Ali Mustofa selaku ketua proklim mengatakan “Saya terinspirasi dari program adopsi pohon di daerah lain yang telah memanfaatkan website untuk sistem adopsi pohon, saya menginginkan program tersebut juga berjalan di desa ini”.
Mahasiswa membantu menerjemahkan kebutuhan Tim ProKlim ke dalam konsep dan substansi digital, mencakup alur layanan, struktur halaman, materi edukasi tentang manfaat ekologis cemara laut, FAQ, paket adopsi, hingga konsep monitoring pohon, seluruhnya dikembangkan dengan koordinasi langsung dengan Tim ProKlim agar sesuai kebutuhan lapangan.
Secara teknis, My Cemara dirancang memiliki beberapa fitur utama, yaitu sistem pendaftaran dan login pengguna, dashboard adopter, pilihan paket adopsi, sistem pembayaran dan konfirmasi, serta fitur monitoring perkembangan pohon.
Melalui sistem tersebut, calon adopter nantinya dapat melakukan pendaftaran, melengkapi data diri, memilih paket adopsi, menyelesaikan pembayaran, dan melakukan konfirmasi. Selanjutnya, proses adopsi akan diverifikasi oleh Tim ProKlim sebelum adopter dapat memantau perkembangan pohon yang diadopsinya melalui website.
Hingga akhir periode Program Desa Binaan, My Cemara masih berada dalam tahap pengembangan dan persiapan demonstrasi sehingga belum resmi dibuka untuk penggunaan publik. Keberlanjutan pengembangan dan peluncuran fitur tersebut selanjutnya akan bergantung pada pengelolaan oleh pihak desa dan Tim ProKlim Desa Punjulharjo.
Melalui pengembangan fitur ini, Program Desa Binaan turut mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan konservasi sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat yang lebih luas dalam menjaga kelestarian cemara laut dan lingkungan pesisir Desa Punjulharjo.
Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, yang paling utama kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Desa Binaan, serta kepada LPPM Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Punjulharjo, Tim ProKlim Desa Punjulharjo, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan dan pengembangan program konservasi lingkungan di Desa Punjulharjo




