
Dari kiri: pemasangan papan edukasi program catin menanam pohon di Balai Desa Punjulharjo, sosialisasi program kepada calon pengantin, dan pemasangan papan larangan berburu satwa liar.
Rembang, Jawa Tengah — Mahasiswa Program Desa Binaan 2026 Deswita Nur Rohmah dari Prodi Biologi Universitas Diponegoro, perkuat program penghijauan dan perlindungan satwa liar pada Jumat, 21 Agustus 2026 dan Sabtu, 22 Agustus 2026 di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Program tersebut memperkuat inisiatif lingkungan yang sudah berjalan di desa, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga satwa liar.
Salah satu program yang diperkuat adalah Catin Menanam Pohon, yang mewajibkan setiap pasangan calon pengantin menanam dua pohon buah di sekitar tempat tinggalnya, mendokumentasikannya, dan melaporkan hasil penanaman sesuai mekanisme desa.
Dari hasil pengamatan mahasiswa dan koordinasi dengan pihak desa, Bapak Ali Mustofa selaku perangkat desa menyatakan “Program catin menanam pohon ini sebenarnya sudah berjalan lama, dan sudah tercantum dalam Peraturan Desa Punjulharjo tahun 2024, namun masih banyak yang belum melaksanakan karena penyebaran informasinya masih kurang”. Karena itu, mahasiswa program desa binaan memilih untuk memperkuat media komunikasi yang sudah ada, bukan membuat program baru, dengan menyusun selebaran sosialisasi berisi ketentuan utama program kewajiban menanam dua pohon, lokasi penanaman, jenis pohon, dokumentasi, hingga pelaporan dan pemeliharaannya, dengan bahasa sederhana dan visual menarik. Selain itu, mahasiswa juga memasang banner informasi di Balai Desa Punjulharjo sebagai pengingat bagi warga yang berkunjung.
Konservasi tidak berhenti pada penghijauan. Mahasiswa juga memasang banner himbauan larangan berburu burung dan satwa liar, sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menjaga keberadaan satwa sebagai bagian dari ekosistem desa. Mengingat masih banyak, pemburu yang menangkap satwa liar maupun burung dengan menembak.
Program tersebut menghasilkan tiga media yang dapat terus dimanfaatkan desa: banner informasi Catin Menanam Pohon, selebaran sosialisasi, dan banner edukasi perlindungan satwa. Kegiatan menunjukkan bahwa penguatan program lingkungan tidak selalu perlu program baru, pemanfaatan media komunikasi yang tepat sudah cukup mendorong partisipasi masyarakat, mulai dari pasangan calon pengantin hingga masyarakat luas, dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Punjulharjo.
Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, yang paling utama kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Desa Binaan, serta kepada LPPM Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Punjulharjo, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan dan pengembangan program konservasi lingkungan di Desa Punjulharjo.






