mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengambil langkah konkrit melalui kegiatan edukasi pencegahan narkotika
Jatengx.com, Demak – Maraknya peredaran zat adiktif dan narkotika di lingkungan masyarakat kini menuntut perhatian serius, khususnya dalam hal perlindungan di tingkat keluarga. Merespons ancaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengambil langkah konkrit melalui kegiatan edukasi pencegahan narkotika yang menyasar para ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di RT 05 RW 02 Desa Brambang.
Kegiatan sosialisasi ini didasari atas kesadaran kritis bahwa pendekatan hukum semata tidak cukup untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. Benteng pertahanan yang paling nyata dan efektif berawal dari lingkungan domestik, di mana figur ibu memegang peranan kunci dalam mengawasi serta mengarahkan tumbuh kembang generasi muda.
Lissa Novita Putri mengungkapkan perlu sebuah perhatian serius baik membuat regulasi di rumah untuk mencegah terjadi penyalahgunaan zat adiktif dan narkoba.
“Saat ini masyarakat lumayan bagus dalam pemahaman bahaya zat adiktif dan narkotika untuk perkembangan anaknya. Kali ini kami hadir memberikan edukasi tambahan sehingga masyarakat juga tau mengenai ciri-ciri dan modus peredaran serta mampu mencegah anggota keluarga terlibat menggunakan atau mengedarkan,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan yang berlangsung secara interaktif, tim mahasiswa KKN UPGRIS menyajikan pembahasan komprehensif yang terbagi ke dalam empat pilar utama:
Dekomposisi Pengertian dan Anatomi Narkoba
Mahasiswa memberikan pemahaman mendalam mengenai definisi Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif (NAPZA). Tidak sekadar mengenalkan istilah, edukasi difokuskan pada bagaimana zat-zat kimia tersebut bekerja merusak struktur saraf pusat, memicu ketergantungan psikis dan fisik, hingga secara perlahan mengikis kapasitas berpikir kritis penggunanya.
Deteksi Dini Berdasarkan Jenis dan Modus Peredaran
Mengingat modus peredaran narkoba yang kian terselubung dan beragam, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali berbagai jenis zat berbahaya—mulai dari golongan alami, semi-sintetis, hingga obat-obatan terlarang berkedok vitamin atau suplemen. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi para ibu untuk mengidentifikasi keberadaan zat mencurigakan di sekitar rumah maupun pergaulan anak.
Analisis Dampak Sistemik: Fisik, Psikologis, hingga Sanksi Pidana
Penyampaian dampak tidak hanya menyoroti bahaya fisiologis seperti kerusakan organ vital dan risiko overdosis, tetapi juga membedah dampak sosial yang memicu isolasi masyarakat, kemerosotan ekonomi keluarga, hingga konsekuensi hukum pidana yang membayangi para pelaku penyalahgunaan narkotika.
Formulasi Langkah Preventif dan Ketahanan Keluarga
Sebagai puncak sosialisasi, mahasiswa menawarkan formulasi pencegahan yang menitikberatkan pada pola asuh berbasis komunikasi terbuka. Para ibu didorong untuk membangun ruang dialog yang responsif tanpa intrik penghakiman, sehingga anak merasa aman untuk terbuka mengenai dinamika sosial yang mereka hadapi di luar rumah.
Tidak hanya mengedukasi di hari H saja, mahasiswa juga menyiapkan luaran infografis tentang zat adiktif dan narkotika yang dapat dijadikan pedoman atau pengingat masyarakat setiap hari.
Para ibu-ibu sangat antusias mendengarkan paparan materi yang disampaikan oleh mahasiswa. Terlihat mereka memperhatikan dengan seksama dan aktif saat pemaparan materi.
Melalui program edukasi kritis ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap masyarakat Desa Brambang—khususnya kader PKK—tidak lagi memandang isu narkoba sebagai hal yang tabu atau jauh dari kehidupan mereka, melainkan ancaman nyata yang harus ditangkal secara kolektif sejak dini dari dalam rumah tangga.
Editor: Azis




