Dokumentasi seusai kegiatan edukasi pembuatan sabun dari minyak jelantah oleh mahasiswa KKN Undip kepada Ibu-ibu RT 10
Jatengx.com, Klaten — Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Hal tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui edukasi dan demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun bagi warga RT 10, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga tersebut menyasar ibu-ibu RT 10. Edukasi dilakukan melalui pemaparan materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun.
Minyak jelantah merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas memasak rumah tangga. Dalam praktiknya, minyak bekas pakai masih kerap dibuang langsung ke saluran air atau lingkungan. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk tidak langsung membuang minyak jelantah setelah digunakan. Sebaliknya, minyak bekas dapat dikelola dengan cara yang tepat sehingga memiliki manfaat lain.
“Minyak jelantah yang sudah tidak digunakan untuk memasak sebaiknya tidak langsung dibuang. Kami ingin memberikan alternatif sederhana kepada masyarakat agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Setelah pemaparan materi, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi pembuatan sabun berbahan dasar minyak jelantah. Tahapan pengolahan diperagakan secara langsung agar peserta dapat melihat proses pemanfaatan limbah tersebut.

Beberapa ibu-ibu RT 10 turut dilibatkan dalam praktik bersama mahasiswa. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai pengolahan minyak jelantah.
Metode praktik dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
“Melalui praktik secara langsung, kami berharap ibu-ibu lebih mudah memahami proses pengolahannya dan dapat menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri dengan tetap memperhatikan keamanan dalam proses pembuatan,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan yang dapat dimulai dari lingkup rumah tangga. Pengelolaan minyak jelantah secara tepat diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang limbah minyak secara langsung ke lingkungan.
Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga memperkenalkan konsep penggunaan kembali bahan yang sebelumnya dianggap tidak memiliki manfaat.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan limbah dapat dimulai dari rumah. Minyak jelantah tidak harus selalu berakhir menjadi sampah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali dengan cara yang tepat,” ujar mahasiswa KKN.
Melalui edukasi dan praktik sederhana tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip berupaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan pemanfaatan limbah rumah tangga yang dapat memberikan nilai tambah.
Penulis: Rusvika Triandita
Editor: Azis





