Mahasiswa KKN Undip perkenalkan metode Eker-Eker Ayam sebagai alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga
Jatengx.com, Salatiga – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro memperkenalkan metode Eker-Eker Ayam sebagai alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga kepada warga RW 07, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan sampah organik sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 18 warga RW 07 dan mendapat respons positif dari warga maupun Ketua RW 07. Materi yang disampaikan mencangkup pengelolaan sampah dari perspektif lingkungan dan kesehatan, aspek hukum dan keamanan, keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta pentingnya partisipasi masyarakat.
Dwi Cynthia menyampaikan bahwa pendekatan multidisiplin tersebut dirancang agar penerapan Eker-Eker Ayam tidak hanya dipahami sebagai metode pengolahan sampah, tetapi juga dapat diterapkan secara aman dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak warga mengunjungi kandang ayam yang telah dibuat dan memberikan demonstrasi sederhana mengenai monitoring kandang serta pemberian pakan.

Selama pelaksanaan, warga terlihat aktif mengikuti kegiatan dan memberikan tanggapan terhadap metode yang diperkenalkan. Respons tersebut turut terlihat dari tindak lanjut Ketua RW 07 melalui realisasi pembuatan kandang ayam menggunakan bambu untuk penerapan metode di lingkungan warga.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga melakukan pendampingan dan monitoring proses pengomposan. Sampah organik dan daun kering dimasukkan ke dalam kandang secara berkala, sementara kondisi kandang dan proses penguraian dipantau secara rutin.
Setelah kurang lebih tiga minggu, dilakukan evaluasi terhadap hasil pengomposan melalui pengamatan warna, tekstur, aroma, suhu, dan pH. Kompos juga diuji secara sederhana menggunakan bibit tanaman terong untuk melihat kemungkinan adanya efek yang merugikan terhadap tanaman.
Setelah lima hari pengamatan, tanaman masih menunjukkan kondisi yang sehat sehingga memberikan indikasi awal bahwa kompos tidak menunjukkan efek fitotoksik yang terlihat selama periode pengujian.

Program Eker-Eker Ayam diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Keberadaan kandang yang telah dibuat serta panduan teknis pengomposan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk melanjutkan pengelolaan sampah organik secara mandiri. Hal ini sejalan dengan rancangan awal program yang menempatkan keberlanjutan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan sampah organik di Kelurahan Ledok.
Penulis: Dwi Cynthia
Editor: Azis



