Foto bersama mahasiswa KKN-T IDBU 51 UNDIP dengan pemilik dan pekerja Omah Tahu Sehat Asri Serasi
Jatengx.com, Kab. Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU Tim 51 Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan program kerja “Pemanfaatan Tahu Retur sebagai Inovasi Kerupuk dan Pilus” dalam bentuk diversifikasi produk olahan pangan guna meningkatkan nilai tambah dan menekan sisa produksi tahu retur menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (11/8) pukul 13.00 WIB di UMKM Omah Tahu Sehat Asri Serasi ini diikuti oleh pemilik dan pekerja UMKM tersebut.
Kabupaten Semarang terkenal dengan sentra produksi tahu serasi yang melimpah. Namun, di balik itu para perajin tahu sering kali dihadapkan pada permasalahan tahu retur yang menumpuk dan belum diolah secara optimal.
Pemiilik UMKM Omah Tahu Sehat Asri Serasi menyampaikan kegelisahannya karena kurangnya pemanfaatan tahu return.
“Tahu retur masih memiliki kandungan protein yang bagus. Sayang sekali jika hanya dibuang atau sekadar jadi pakan ternak” ujar pemilik UMKM.
Melihat potensi yang belum tersentuh ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU Tim 51 UNDIP menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Mereka menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan tahu retur sebagai inovasi kerupuk dan pilus dan uji sensori kedua produk yang ditujukan bagi pelaku UMKM tersebut.

Program edukasi pengolahan tahu retur menjadi kerupuk dan pilus yang bernilai jual ini diselaraskan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan limbah pangan (food waste) dan pemanfaatan hasil samping secara efisien.
Selain itu, langkah ini juga mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan nilai tambah berbasis potensi lokal guna membuka peluang usaha baru dan memperkuat daya saing UMKM di Desa Kenteng.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kriteria keamanan pangan tahu retur yaitu cara membedakan tahu yang layak diolah serta teknik menghilangkan bau asam pada tahu retur. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pengenalan alat, bahan, hingga rahasia teknik pembuatan kerupuk dan pilus tahu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi uji sensori melalui uji hedonik, di mana para peserta diajak mencicipi dan memberikan penilaian tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur, serta rasa dari sampel produk kerupuk dan pilus tahu retur yang telah disiapkan. Seluruh rangkaian acara berlangsung interaktif agar peserta memahami potensi pengolahan tahu retur secara utuh dan terdorong untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai kriteria syarat tahu retur yang layak diolah, teknik pengolahan kerupuk dan pilus, hingga peluang pemasarannya. Antusiasme ibu-ibu Pekerja Omah Tahu Sehat Asri Serasi terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai formulasi adonan, tips agar kerupuk mekar dan pilus renyah, serta strategi pengemasan produk. Hasil uji sensori (hedonik) juga menunjukkan respon yang sangat positif dari para peserta yang menyukai tekstur renyah dan cita rasa gurih dari kedua produk olahan tersebut.
Melalui program ini, pekerja tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan nilai tambah produk sampingan agar memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi. Kerupuk dan pilus tahu retur dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong berkembangnya UMKM berbasis diversifikasi olahan tahu di Desa Kenteng, sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui terobosan ini, diharapkan Desa Kenteng tidak hanya dikenal sebagai pencetak tahu berkualitas, tetapi juga mampu menggerakkan roda UMKM baru berbasis olahan kreatif tahu retur yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.
Adapun Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan dukungan baik secara mental dan materi dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Program inovasi pangan ini hadir sebagai solusi atas melimpahnya tahu retur yang selama ini belum terolah secara optimal. Padahal, tahu retur masih memiliki kandungan gizi dan potensi besar untuk diolah kembali menjadi produk makanan ringan yang renyah, lezat, dan tahan lama.
Penulis: Deka Aura Rozyta Cindy , Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro.
Editor: Azis



