Mahasiswa KKN UNDIP memaparkan materi mengenai pencegahan stunting dan penggunaan Kalkulator Skrining Stunting berbasis web kepada warga Desa Candiareng
Jatengx.com, Batang — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting sekaligus memperkenalkan inovasi Kalkulator Skrining Stunting Berbasis Web kepada masyarakat Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Candiareng pada Jumat, (31/7).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih terbatasnya media skrining awal risiko stunting yang mudah digunakan dan dapat diakses secara mandiri oleh masyarakat. Dengan menyasar ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, serta masyarakat umum, program ini bertujuan menyediakan sarana skrining pertumbuhan balita berbasis website sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi risiko stunting sejak dini.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai fungsi, fitur, dan manfaat website Kalkulator Skrining Stunting. Program kerja multidisiplin tersebut digagas oleh Anisa Mawar Febrianti, mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP.
Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan website secara langsung. Mahasiswa menjelaskan tahapan penggunaan kalkulator, mulai dari memasukkan data umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, hingga informasi makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menggunakan aplikasi secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara membaca hasil skrining berdasarkan standar WHO. Mahasiswa menjelaskan bahwa hasil yang ditampilkan oleh kalkulator merupakan identifikasi awal terhadap risiko stunting dan bukan diagnosis medis.
Hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pemantauan pertumbuhan secara lebih lanjut serta menjadi pertimbangan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.

Selain memberikan informasi mengenai status pertumbuhan, website tersebut juga dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat memberikan rekomendasi makanan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memperoleh gambaran mengenai pilihan makanan yang sesuai untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita.
“Kami ingin membuat media skrining yang tidak hanya memberikan hasil pengukuran, tetapi juga mudah digunakan masyarakat. Dengan begitu, orang tua dapat lebih memahami kondisi pertumbuhan anak dan mengetahui kapan perlu melakukan pemantauan atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujar Anisa Mawar Febrianti selaku penggagas program.
Sepanjang kegiatan, warga tampak antusias mengikuti pemaparan dan praktik penggunaan kalkulator. Beberapa peserta masih memerlukan pendampingan dalam mengoperasikan website, terutama pada tahap memasukkan data dan memahami hasil skrining. Pendampingan tersebut dilakukan secara langsung oleh mahasiswa agar peserta dapat memahami penggunaan aplikasi dengan lebih baik.
Penanggung Jawab Desa Candiareng, Siswanto, turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak.
“Harapannya, para ibu-ibu bisa menambah wawasan dalam merawat putra-putrinya dan bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari,” ujar Siswanto.
Ke depan, mahasiswa KKN berencana melakukan pendampingan lanjutan kepada kader Posyandu agar aplikasi dapat terus digunakan dan diperkenalkan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Penggunaan kalkulator juga diharapkan dapat dievaluasi pada kegiatan Posyandu berikutnya sehingga pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama mahasiswa KKN serta warga Desa Candiareng.
Penulis: Anisa Mawar Febrianti
Editor: Azis



