
Sukoharjo, 12 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Gabriella Jeaniffer, melaksanakan kegiatan pendampingan pengelolaan Wisata Religi Bumi Arum, Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pengelolaan wisata sekaligus menyusun rekomendasi pengembangan yang dapat mendukung keberlanjutan kawasan wisata.
Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola wisata serta juru kunci Makam Ki Ageng Sutawijaya. Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai kondisi kawasan, potensi wisata, pengalaman pengunjung, sistem pengelolaan, fasilitas, sumber pendanaan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Bumi Arum memiliki potensi yang besar sebagai destinasi wisata religi, sejarah, budaya, dan edukasi. Kawasan ini memiliki nilai sejarah yang kuat melalui keberadaan Makam Ki Ageng Sutawijaya, Masjid Tiban, museum, sendang, sumur tua, serta sejumlah situs sejarah lainnya. Selain itu, berbagai tradisi masyarakat seperti Sadranan, Kirab Pusaka, Muludan, dan Bersih Dusun masih dilaksanakan secara turun-temurun.
Daya tarik spiritual juga menjadi salah satu kekuatan utama Bumi Arum. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah dan memiliki tujuan yang beragam, mulai dari berziarah, berdoa, tirakat, hingga mencari ketenangan batin. Interaksi langsung dengan juru kunci dan pengelola juga menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengunjung.
Di sisi lain, masih ditemukan beberapa permasalahan dalam pengelolaan kawasan, seperti belum selesainya legalitas kawasan, keterbatasan pendanaan, keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas informasi yang belum optimal, promosi yang masih terbatas, belum adanya paket wisata yang terintegrasi, serta belum tersedianya sistem pencatatan pengunjung. Ketersediaan air bersih juga menjadi salah satu perhatian penting dalam pengelolaan kawasan.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa menyusun sejumlah rekomendasi pengembangan, antara lain penguatan kelembagaan pengelola, penyediaan papan informasi dan petunjuk arah, pengembangan jalur wisata terintegrasi, digitalisasi informasi, penyusunan paket wisata religi-edukasi, pengembangan UMKM dan homestay berbasis masyarakat, serta peningkatan sistem evaluasi pengalaman pengunjung.
Kegiatan ini turut mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Pengembangan wisata Bumi Arum berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui UMKM, penjualan suvenir, homestay, jasa pemandu wisata, serta pengembangan paket wisata berbasis masyarakat.
SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Upaya identifikasi dan penyusunan strategi pengelolaan wisata turut mendukung pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal serta mendorong pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap hasil identifikasi dan rekomendasi yang telah disusun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola dan masyarakat Desa Majasto dalam mengembangkan Wisata Religi Bumi Arum secara bertahap, terarah, dan berkelanjutan. Pengembangan wisata diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.




