Mahasiswa KKN – R Tim II Undip Kelompok 4 bersama pelaku UMKM dan warga Desa Banyakprodo usai kegiatan edukasi program Multidisiplin 1, Rabu (4/8/2026). (Foto: Dok. KKN)
Jatengx.com, Wonogiri — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Kelompok 4 Desa Banyakprodo dari Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan program kerja multidisiplin bertajuk “Mewujudkan UMKM Banyakprodo 3B: Bertumbuh, Berkembang, Berdaya Saing” yang bertempat di Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, pada Rabu (4/8/2026).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, mulai dari minimnya strategi pemasaran digital, belum adanya identitas merek yang kuat, legalitas usaha yang belum lengkap, hingga terbatasnya diversifikasi produk.
Dengan menyasar pelaku UMKM se-Desa Banyakprodo, program ini bertujuan memberikan edukasi serta pendampingan praktis agar UMKM desa semakin bertumbuh, berkembang, dan berdaya saing di tengah pasar yang kompetitif dan berorientasi digital.
Program ini juga menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 1 (Tanpa Kemiskinan), nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Ketua Kelompok KKN Tim II Kelompok 4, Dusseldorf Daffa Priansyah, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi pelaku UMKM Desa Banyakprodo.
“Kami melihat potensi UMKM di Desa Banyakprodo sangat besar, mulai dari batik hingga produk olahan pangan, namun sebagian besar pelaku usaha masih terkendala pemasaran dan legalitas. Melalui program 3B ini, kami berharap dapat mendampingi warga agar UMKM desa semakin siap bersaing, baik secara digital maupun kelembagaan”, ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Sebagai langkah awal, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan sowan kepada Kepala Desa serta perangkat Desa Banyakprodo untuk memetakan kondisi pelaku UMKM setempat, mulai dari usaha batik, makanan olahan, hingga usaha rumahan lain.

Di lini pemasaran, Dusseldorf Daffa Priansyah (Manajemen) membekali pelaku UMKM dengan pelatihan strategi pemasaran dan pemasaran digital, mulai dari konsep Segmentasi-Targeting-Positioning (STP) hingga pengelolaan WhatsApp Business dan media sosial.
Sementara itu, aspek legalitas usaha digarap Anindhya Rahma Bachtiar (Hukum) melalui pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM yang belum memiliki izin usaha resmi. Penguatan UMKM ini turut disokong Faza Tafaul Faiyah (Administrasi Publik) lewat penyusunan rekomendasi kebijakan pembinaan UMKM sebagai acuan pemerintah desa dalam mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Sisi “jiwa” dari produk UMKM tak luput dari sentuhan. Revanada Arimartha (Sastra Indonesia) menggali sejarah lisan dan menulis narasi brand storytelling di balik setiap produk, sementara Soca Priyambada (Informasi dan Humas) merombak identitas visual UMKM lewat penyusunan graphic standard manual dari panduan logo, palet warna, dan tipografi resmi.
Keduanya berpadu dengan pendekatan psikologis yang dibawa Hanifa Aqila Shofa (Psikologi), lewat psikoedukasi perilaku konsumen dan psikologi branding agar pelaku usaha lebih memahami cara membangun kepercayaan pasar.
Dari sisi diversifikasi produk, Dwi Maharani (Gizi) mendampingi pengolahan jagung lokal menjadi susu jagung bernilai gizi untuk dipasarkan ke toko-toko snack sekitar desa, sedangkan Nur Azizah Tsalatsa (Manajemen Sumber Daya Perairan) memperkenalkan program BUDIDAMBER, budidaya ikan lele menggunakan ember atau galon sebagai peluang usaha baru berbasis lahan pekarangan warga.

Seluruh upaya ini kemudian dirangkai dalam satu ekosistem digital. Tsuraya Safa Zerlina (Statistika) menyusun basis data dan klasifikasi UMKM se-Desa Banyakprodo berdasarkan jenis usaha dan lokasi dusun, yang kemudian menjadi konten utama Website UMKM Desa Banyakprodo (https://umkm-banyakprodo.vercel.app) hasil pengembangan Muhammad Naufal Syahrial (Teknik Elektro).
Pelaksanaan program diawali dengan pemaparan materi secara interaktif kepada pelaku UMKM, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, mulai dari pelatihan pemasaran digital, demonstrasi budidaya ikan lele, hingga pembuatan produk olahan pangan. Warga dan pelaku UMKM tampak antusias mengikuti jalannya rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Kepala Desa Banyakprodo, Pujiyono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata para mahasiswa KKN.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program ini membuka wawasan baru bagi pelaku UMKM kami, terutama soal pemasaran digital dan pentingnya legalitas usaha. Kami berharap apa yang sudah didampingkan bisa terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga”, ujarnya.
Melalui sinergi sepuluh disiplin ilmu, program 3B diharapkan mampu mendorong UMKM Desa Banyakprodo agar semakin bertumbuh, berkembang, dan berdaya saing secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ini turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn., apt. Almira Rahmayani, M.Pharm. Sci., dan Wildan Namora Ichsan Setiawan, S.I.Kom., M.Sc. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa KKN, pelaku UMKM, serta perangkat Desa Banyakprodo.
Penulis: Tsuraya Safa Zerlina
Editor: Azis



