Sarah Ayu Setyaningsih, mahasiswa KKN Undip melaksanakan program edukasi gizi seimbang kepada siswa MTs Al-Islam di Desa Banyusri, Kabupaten Boyolali (11/8/2026)
Jatengx.com, Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II melaksanakan program edukasi gizi seimbang kepada siswa MTs Al-Islam di Desa Banyusri, Kabupaten Boyolali (11/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pola makan sehat.
Mengusung tema “Hidup Sehat, Gizi Seimbang”, kegiatan dikemas secara interaktif agar materi mengenai gizi tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah.
Program ini diinisiasi oleh Sarah Ayu Setyaningsih, mahasiswa KKN Tim II UNDIP, dengan mengajak siswa mengenal konsep gizi seimbang, jenis-jenis zat gizi, serta pentingnya memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh pada masa remaja.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai gizi seimbang dan konsep “Isi Piringku”. Dalam sesi ini, mahasiswa menjelaskan pembagian makanan dalam satu piring, yaitu makanan pokok dan sayuran dalam proporsi yang lebih besar, serta lauk-pauk dan buah-buahan sebagai bagian pelengkap.
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi beragam makanan, cukup minum air putih, sarapan, serta membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak.
Agar siswa lebih mudah memahami materi, mahasiswa memberikan contoh melalui perbandingan dua pilihan makanan. Siswa diminta menentukan pilihan yang lebih sehat dan menyampaikan alasan dari pilihannya. Kegiatan ini membuat siswa dapat menghubungkan materi gizi dengan makanan yang sering mereka konsumsi sehari-hari.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan Ular Tangga Gizi. 32 siswa dibagi menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok menggunakan papan permainan ular tangga. Meskipun bermain secara individu, siswa tetap bermain dalam kelompok agar kegiatan lebih terarah dan menyenangkan.

Berbeda dari permainan ular tangga biasa, beberapa kotak pada papan permainan berisi pertanyaan seputar gizi. Ketika berhenti di kotak pertanyaan, siswa harus mengambil kartu dan menjawab pertanyaan dalam waktu yang telah ditentukan.
Sarah Ayu Setyaningsih menjelaskan pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi yang sebelumnya telah disampaikan, seperti sumber protein, manfaat sayur dan buah, kebutuhan air putih, sarapan, serta kebiasaan makan sehat.
Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga diajak mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Penggunaan permainan diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan membuat siswa lebih mudah memahami penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan permainan seperti ini, siswa bisa belajar sambil bersenang-senang. Harapannya, materi yang diberikan tidak hanya berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi dapat mereka ingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sarah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip mendorong siswa untuk memulai kebiasaan sehat dari hal-hal sederhana. Di antaranya memilih makanan yang lebih bergizi, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi kebutuhan air putih, serta tidak melewatkan sarapan.
Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman praktis bagi siswa MTs Al-Islam Banyusri.
Penulis: Sarah Ayu Setyaningsih
Editor: Azis



