Mahasiswa tunjukan desain gapura Desa Sijono pada sisi timur dan barat kepada Pemerintah Desa
Jatengx.com, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi S1 Arsitektur turut berkontribusi dalam berbagai program multidisiplin dan sosial kemasyarakatan di Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengelolaan Bank Sampah, digitalisasi dan branding UMKM, pembuatan video profil desa, serta penyusunan desain infrastruktur visual yang mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan arsitektur dan perencanaan ruang, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung penguatan identitas desa, peningkatan kualitas lingkungan, serta promosi potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Mahasiswa turut terlibat dalam berbagai program yang berorientasi pada pengembangan tata ruang, visualisasi informasi, media promosi desa, dan visualisasi desain infrastruktur.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui beberapa program, di antaranya:
Penyusunan Denah dan Analisis Tata Kelola Ruang Bank Sampah Desa Sijono
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Sijono. Praktik pembakaran sampah rumah tangga masih sering dilakukan sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Di sisi lain, desa ini pernah memiliki program bank sampah yang berjalan pada tahun 2015, namun tidak lagi aktif hingga saat ini.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro menginisiasi program Pengelolaan Bank Sampah Desa Sijono sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Dalam program ini, Andreas Nelson Wicaksono berkontribusi melalui penyusunan denah ruang bank sampah beserta analisis tata kelola ruang dan alur sirkulasi kegiatan.

Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional bank sampah mulai dari area registrasi, penimbangan, penyaringan minyak jelantah, pemilahan sampah, hingga pencatatan hasil tabungan sampah warga. Analisis sirkulasi juga disusun untuk memastikan alur pelayanan berjalan efektif, aman, dan nyaman bagi petugas maupun masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Dalam merancang ruang bank sampah, kami tidak hanya mempertimbangkan pembagian ruang, tetapi juga bagaimana alur kegiatan dapat berjalan dengan efektif. Mulai dari masyarakat datang, melakukan registrasi dan penimbangan, hingga proses pemilahan dan pencatatan sampah perlu memiliki sirkulasi yang jelas agar kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman,” jelas Andreas Nelson Wicaksono, mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Undip.
Melalui desain tata ruang yang terencana, diharapkan pengelolaan bank sampah dapat berjalan lebih optimal serta mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah di Desa Sijono.
Digitalisasi dan Branding UMKM Melalui Pemetaan
Desa Sijono memiliki berbagai potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun, sebagian besar UMKM masih memiliki keterbatasan dalam promosi digital dan akses informasi lokasi usaha kepada calon konsumen. Contoh UMKM khas Desa Sijono di antaranya adalah panggang ayam dan kerajinan tampah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi desa, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program Digitalisasi dan Branding UMKM Khas Desa Sijono. Dalam program ini, Andreas Nelson Wicaksono berperan dalam melakukan pemetaan lokasi UMKM melalui platform Google Maps serta menyusun peta persebaran UMKM dalam bentuk figura informasi.

Pembuatan titik lokasi pada Google Maps bertujuan mempermudah masyarakat maupun wisatawan dalam menemukan lokasi usaha yang ada di Desa Sijono. Sementara itu, figura peta persebaran UMKM disusun sebagai media informasi visual yang menampilkan sebaran usaha khas desa secara lebih menarik dan mudah dipahami. Peta tersebut juga dilengkapi data dari para pelaku UMKM sehingga informasi mengenai keberadaan dan lokasi usaha dapat diketahui oleh khalayak umum.
“Pemetaan UMKM menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan potensi ekonomi Desa Sijono melalui media digital. Dengan adanya titik lokasi dan informasi persebaran usaha, masyarakat maupun calon konsumen dapat lebih mudah menemukan produk khas desa seperti panggang ayam dan kerajinan tampah,” ujar Andreas.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas UMKM lokal sekaligus memperkuat branding Desa Sijono sebagai desa yang memiliki berbagai produk unggulan dan potensi ekonomi yang layak untuk terus dikembangkan.
Penyusunan Desain Infrastruktur Visual Desa Sijono
Selain program multidisiplin, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro juga melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa penyusunan laporan desain infrastruktur visual desa.
Dalam program ini, Andreas Nelson Wicaksono berkontribusi dalam penyusunan desain penataan denah GOR multifungsi yang direncanakan dapat digunakan sebagai lapangan futsal dan badminton bagi masyarakat Desa Sijono. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang, sirkulasi pengguna, serta kenyamanan aktivitas olahraga masyarakat.
Selain itu, dilakukan pula penyusunan desain gapura Desa Sijono pada sisi timur dan barat sebagai elemen identitas kawasan. Desain gapura dirancang dengan mengangkat potensi lokal desa sehingga dapat menjadi simbol yang mencerminkan karakter dan keunikan Desa Sijono.
“Desain infrastruktur desa tidak hanya berkaitan dengan fungsi bangunan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas sebuah kawasan. Karena itu, desain GOR dan gapura kami susun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus karakter lokal Desa Sijono,” tutur Andreas.
Melalui program ini, diharapkan hasil perencanaan yang telah disusun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dalam pengembangan sarana dan prasarana desa pada masa mendatang. Selain memberikan gambaran awal mengenai pengembangan fasilitas, hasil desain tersebut juga dapat menjadi referensi dalam mewujudkan ruang publik yang lebih fungsional dan mendukung aktivitas masyarakat.
Berbagai kontribusi mahasiswa Arsitektur tersebut menunjukkan bahwa ilmu arsitektur dapat diterapkan tidak hanya dalam pembangunan bangunan, tetapi juga dalam pengelolaan ruang, penguatan identitas kawasan, penyajian informasi, serta pengembangan potensi ekonomi lokal. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan luaran yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah Desa Sijono.
Penulis/Reporter: Andreas Nelson Wicaksono
Editor: Azis



