Mahasisaa berfoto bersama dengan perwakilan guru SDN Kauman seusai edukasi dengan kelas V dan VI
Jatengx.com, Boyolali – Perkembangan teknologi sekarang ini membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Kalau dulu orang harus membawa uang tunai ketika ingin membayar sesuatu, sekarang cukup menggunakan handphone untuk melakukan transaksi. Pembayaran melalui QRIS, mobile banking, ATM, maupun dompet digital sudah menjadi hal yang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudahan tersebut tentu membawa banyak manfaat. Namun, dibalik kemudahan teknologi, masih ada hal yang perlu diperhatikan, terutama soal keamanan dan cara mengelola uang.
“Anak-anak yang sejak kecil sudah terbiasa melihat atau menggunakan teknologi juga perlu diberi pemahaman agar tidak hanya bisa menggunakan, tetapi juga tahu bagaimana menggunakannya dengan aman,” jelas Alfarel Nawal Putra Shadat/Kordes
Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam materi Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Keuangan dan Perpajakan pada modul ULIN.
Siswa diajak mengenal penggunaan teknologi dalam keuangan sekaligus mengajak mereka memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Edukasi pemanfaatan teknologi digital dalam keuangan dan perpajakan ditujukan bagi siswa SDN Kauman kelas V dan VI untuk mengenalkan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini membahas keuangan digital, kecerdasan artifisial (AI), keamanan digital, pengelolaan uang, serta perpajakan.
Keuangan digital merupakan kegiatan mengelola uang dengan bantuan teknologi sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Beberapa contoh layanan keuangan digital yang diperkenalkan kepada siswa adalah QRIS, ATM, mobile banking, internet banking, dan e-wallet.
Layanan tersebut dapat membantu masyarakat melakukan pembayaran tanpa harus selalu membawa uang tunai, melihat riwayat transaksi, serta mengecek saldo dengan lebih mudah.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang keuangan. AI dapat membantu mencatat pengeluaran, memberikan saran dalam mengatur uang, mengingatkan pembayaran, mendeteksi transaksi yang tidak biasa, hingga membantu menjawab pertanyaan pelanggan melalui chatbot.
Namun, penggunaan teknologi keuangan harus dilakukan secara aman. Siswa perlu memahami bahwa PIN, password, dan OTP merupakan informasi pribadi yang harus dirahasiakan. Pengguna juga dianjurkan menggunakan aplikasi resmi dan tidak sembarangan mengunduh aplikasi yang tidak terpercaya.
Literasi keuangan juga tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan kemampuan mengelola uang. Siswa diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Buku, seragam, dan tas sekolah merupakan contoh kebutuhan, sedangkan mainan baru, game online, atau aksesori mahal termasuk keinginan. Dengan memahami perbedaan tersebut, siswa dapat belajar menggunakan uang saku secara lebih bijaksana.
Materi berikutnya membahas mengenai pajak. Pajak merupakan iuran wajib yang dibayarkan masyarakat kepada negara untuk membiayai pembangunan. Pajak dapat mendukung pembangunan berbagai fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, jalan raya, jembatan, perpustakaan, dan taman kota.
Teknologi digital juga telah dimanfaatkan dalam pelayanan perpajakan, misalnya melalui website pajak, pelaporan pajak secara online, serta pembayaran pajak secara elektronik. AI juga dapat dimanfaatkan dalam pelayanan perpajakan melalui chatbot dan analisis data untuk membantu petugas pajak.
Meskipun siswa belum menjadi wajib pajak, mereka tetap dapat belajar berkontribusi dengan menjaga fasilitas umum yang tersedia, seperti sekolah, taman, perpustakaan, dan jalan. Hal sederhana tersebut menjadi bentuk tanggung jawab dalam menjaga hasil pembangunan.
Materi Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Keuangan dan Perpajakan menjadi salah satu bagian dari program kerja “SAHABAT KAUMAN”, yaitu program edukasi dan literasi digital bagi pelajar kelas V dan VI SDN Desa Kauman. Program tersebut disusun untuk membantu siswa Desa Kauman menjadi lebih cakap dalam memahami dan menggunakan teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan diawali dengan pengenalan topik dan apersepsi, dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai penggunaan teknologi digital, pengamatan contoh QRIS dan layanan keuangan digital, pembahasan ilustrasi AI dalam keuangan dan perpajakan, permainan atau aktivitas kelompok, kuis, serta refleksi bersama.
Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak untuk mengamati, berdiskusi, memecahkan masalah sederhana, dan memahami cara menggunakan teknologi digital dengan aman. Alur pembelajaran yang digunakan adalah Kenali → Amati → Diskusikan → Praktikkan → Kerjakan → Refleksikan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa kelas V dan VI yang dalam kesehariannya sudah mulai berinteraksi dengan teknologi digital. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali layanan keuangan digital, memahami manfaat AI, menjaga keamanan akun, mengelola uang dengan bijak, serta mengetahui manfaat pajak bagi pembangunan.
“Harapannya setelah kegiatan ini anak-anak bukan hanya tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga tahu kapan harus berhati-hati. Hal-hal sederhana seperti menjaga password, mengatur uang saku, dan merawat fasilitas umum sebenarnya sudah menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan yang baik.” ujar Alfarel Nawal Putra Shadat/Kordes.
Melalui edukasi pemanfaatan teknologi digital dalam keuangan dan perpajakan, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai QRIS, dompet digital, AI, keamanan akun, pengelolaan uang, hingga manfaat pajak dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi kehidupan yang semakin digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menggunakan teknologi secara bijaksana sejak dini, menjaga keamanan data pribadi, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya menjaga fasilitas umum sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, literasi digital dan keuangan dapat menjadi bekal bagi generasi muda Desa Kauman untuk menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Penulis : Rifqi Ulin Najwa
Editor: Azis



