Mahasiswa beri edukasi pencegahan perundungan (bullying) dan perlindungan hukum anak bagi siswa di SDN 4 Jelobo
Jatengx.com, Klaten – Tim II KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 mengadakan program kerja Edukasi Pencegahan Perundungan (Bullying) dan Perlindungan Hukum Anak bagi Siswa di SDN 4 Jelobo. Kegiatan ini diikuti siswa kelas 5 dan 6 dengan penyampaian materi yang dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif.
Kualitas seseorang dengan harapan sehat secara fisik, mental, sosial, dan emosi, salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan belajar di sekolah. Namun realita di lapangan sering terjadi kasus bullying yang berdampak terhadap kesehatan mental anak.
Bullying merupakan tindakan yang dilakukan seseorang maupun sekelompok orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan korban. Permaslahan bullying yang kerap ditemui di sekolahan yaitu ejeken, pukulan, tendanga, dan bahkan pengucilan.
Dengan dampak yang begitu memprihatinkan, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa dengan mengenalkan bentuk-bentuk bullying dan cara menyikapinya menggunakan media interaktif. Setelah itu, mereka mengikuti quiz interaktif untuk menguji pemahaman mengenai materi yang telah disampaikan.

Menariknya, mahasiswa juga memberikan ruang kepada siswa untuk mengungkapkan perasaan maupun pendapatnya melalui pohon ungkapan. Siswa menuliskan perasaan dan pendapat mereka mengenai bullying pada sticky notes, kemudian menempelkannya pada pohon yang telah disediakan. Setiap siswa juga mendapat kesempatan berfoto menggunakan frame booth “Stop Bullying” sebagai bagian dari kampanye anti-perundungan.

Menurut Suci, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih memahami bullying dan mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika mengalaminya atau melihat kejadian serupa.
“Harapannya, siswa bisa lebih paham tentang bullying dan tahu harus cerita atau meminta bantuan kepada siapa kalau mengalaminya,” ujar Suci.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak siswa lebih peduli terhadap lingkungan pertemanan dan membangun suasana sekolah yang aman serta nyaman bagi semua.
Para siswa selama kegiatan memperhatikan dan mengikuti setiap aktivitas penuh dengan semangat. Mereka bergantian menjawab quis dan juga berani terbuka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kasus bullying di sekolahan menurun dan siswa mampu mengaplikasikan ilmu yang sudah diterimanya.
Penulis: Suci Cahaya
Editor: Azis



