Siswa SD di kenalkan teknik budidaya tanaman sederhana menggunakan media polybag oleh Mahasiswa KKN UNDIP
Jatengx.com, Klaten — Puluhan siswa kelas 3 dan 4 SDN 1 Jelobo antusias mengikuti kegiatan edukasi dan praktik bercocok tanam sayur kangkung serta bayam pada Selasa (28/07/2026). Diprakarsai oleh Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), program ini hadir sebagai langkah nyata dalam mengenalkan teknik budidaya tanaman sederhana menggunakan media polybag yang mudah diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Kangkung dan bayam dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki siklus pertumbuhan yang relatif singkat, perawatan yang terjangkau, serta tidak membutuhkan lahan pertanian yang luas. Melalui kegiatan bertajuk “Dari Benih Jadi Sayur” ini, para siswa diajak untuk memanfaatkan ruang terbatas di sekitar tempat tinggal mereka guna menghasilkan sumber pangan sehat secara mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi penyampaian materi secara interaktif. Para mahasiswa KKN UNDIP memaparkan jenis-jenis tanaman yang ramah untuk pemula serta pentingnya peran sayuran bagi kesehatan tubuh. Agar materi mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar, penjelasan dikemas menggunakan alat peraga visual dan tanya-jawab ringan. Setelah pembekalan teori, seluruh siswa diarahkan menuju halaman sekolah untuk melakukan praktik penanaman secara langsung. Masing-masing siswa dibagikan polybag, media tanam berupa campuran tanah gembur dan pupuk organik, serta benih kangkung dan bayam. Didampingi secara intensif oleh mahasiswa, para siswa mempraktikkan tiap tahapan dengan cermat: mulai dari meratakan media tanam, membuat lubang tanam dengan kedalaman yang pas, menabur benih secara merata, hingga melakukan penyiraman awal.
Tak sekadar menanam, para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai faktor-faktor penting yang memengaruhi keberhasilan bercocok tanam. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa ketersediaan air, paparan sinar matahari, serta tingkat kegemburan tanah saling berkaitan dalam menunjang tumbuh kembang benih.
“Pemberian air yang terlalu sedikit dapat membuat tanaman kekurangan nutrisi dan layu. Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga tidak baik karena bisa menyebabkan akar tanaman cepat membusuk. Oleh karena itu, konsistensi dan takaran yang pas sangat diperlukan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN UNDIP saat mendampingi praktik.

Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh rasa ingin tahu. Keceriaan terlihat jelas saat jemari para siswa berinteraksi langsung dengan tanah dan benih. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mencoba menanam sendiri di dalam polybag. Sesi diskusi yang dibuka di sela-sela praktik pun disambut hangat oleh para siswa yang aktif bertanya mengenai durasi penyiraman hingga estimasi waktu panen.
Pihak SDN 1 Jelobo menyambut positif inisiatif ini. Pemanfaatan media polybag dinilai sangat relevan dengan kondisi sekolah maupun rumah warga setempat yang memiliki area tanah terbatas. Seluruh polybag yang telah ditanami kini ditata rapi di sudut hijau halaman sekolah. Di akhir kegiatan, para mahasiswa memberikan pengingat serta panduan perawatan harian. Para siswa diberi mandat untuk merawat, menyiram, dan mengamati perkembangan benih mereka setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai.
Melalui program edukasi ini, Tim KKN UNDIP berharap para siswa SDN 1 Jelobo tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai budidaya pertanian, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga. Praktik langsung ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan keluarga sejak usia dini.
Penulis: Naira Callista Maheswari
Editor: Azis



