Penyampaian materi eco-print dan aksara Jawa kepada siswa kelas 4 dan 5 SD N Bandungan 1 oleh Mahasiswa
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil melaksanakan program kerja unggulan berupa “Kreasi Alam dalam Genggaman: Edukasi Eco Print Berbasis Budaya” di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Program yang dirancang oleh Arbela Sekar Adinda dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini menggabungkan kreativitas pembuatan motif alami dari daun dengan pengenalan aksara Jawa sebagai upaya pelestarian budaya dan lingkungan sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, siswa siswa kelas 4 dan 5 SD N Bandungan 1 diperkenalkan dengan teknik eco-print menggunakan bahan alam sekaligus diajak mengenal aksara Jawa. Pembelajaran dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghasilkan karya secara langsung.
Eco-print merupakan teknik mencetak motif alami dari daun dan tumbuhan ke kain menggunakan metode pemukulan (pounding) yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia berbahaya. Sementara itu, aksara Jawa sebagai warisan budaya lokal diperkenalkan kepada siswa melalui kegiatan praktik menulis identitas pada hasil karya mereka.
“Program ini dirancang untuk memberikan edukasi kreatif kepada anak-anak kelas 4 dan 5 SD sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami tidak hanya mengajarkan teknik eco-print, tetapi juga memperkenalkan aksara Jawa secara bertahap dari dasar hingga siswa mampu menuliskan nama mereka sendiri,” ujar Dr. Septi Yulisetiani, M.Pd., dosen pembimbing kegiatan.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi pada Senin (27/7/2026) untuk penyampaian materi dan Selasa (28/7/2028) untuk praktik pembuatan eco-print.
Pada hari pertama, siswa kelas 4 dan 5 diberikan penjelasan mengenai pengertian eco-print, bahan alam yang dapat digunakan, manfaat pemanfaatan bahan alam, serta pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan aksara Jawa secara komprehensif mulai dari dasar. Materi dimulai dengan pengenalan bentuk-bentuk huruf Jawa dasar (Ha Na Ca Ra Ka), cara penulisan, hingga pasangan aksara.
Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, siswa diajak mengenal setiap karakter huruf Jawa beserta maknanya.
Setelah memahami dasar-dasarnya, siswa secara bertahap dilatih untuk merangkai huruf dan akhirnya mampu menuliskan nama dan identitas mereka sendiri menggunakan aksara Jawa.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video bersama sebagai ice breaking agar suasana lebih santai dan menyenangkan.

Hari kedua diisi dengan praktik langsung pembuatan eco-print. Siswa kelas 4 dan 5 bekerja dalam kelompok dengan pendampingan panitia untuk memukul daun hingga pigmen alaminya menempel dan membentuk motif pada kain.
Setelah kain memiliki motif alami dari daun, siswa kemudian menuliskan identitas mereka menggunakan aksara Jawa pada hasil karya yang dibuat. Dengan demikian, setiap siswa menghasilkan karya unik yang memadukan keindahan motif alami dengan nilai budaya lokal.

Antusiasme siswa kelas 4 dan 5 terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka dengan semangat mengikuti setiap tahap pembelajaran aksara Jawa dari dasar hingga akhirnya bangga dapat menulis nama sendiri dalam aksara Jawa.
Siswa juga dapat melihat secara langsung perubahan pigmen daun menjadi motif pada kain sebagai hasil dari proses yang mereka lakukan sendiri.
“Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai eco-print, tetapi juga dapat menghasilkan karya berupa kain dengan motif alami. Pemanfaatan daun dan tumbuhan sebagai bahan berkarya turut mengenalkan kepada siswa bahwa lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara kreatif sekaligus tetap perlu dijaga kelestariannya. Pengenalan aksara Jawa secara bertahap dari dasar hingga siswa mampu menulis nama sendiri menjadi cara kami untuk melestarikan budaya lokal agar tidak punah di tengah arus globalisasi,” tambah Arbela Sekar Adinda.

Dengan sinergi antara pelestarian budaya dan upaya menjaga lingkungan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri siswa kelas 4 dan 5 dalam menghasilkan karya secara mandiri serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna melalui pendekatan learning by doing.
Setiap siswa pulang dengan membawa karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kultural yang tinggi.
Editor: Azis


