Peserta, Pengajar, GM BRCC, da Pengurus LP Maarif Jateng berfoto bersama usai pembukaan Pelatihan Mandarin Pra-Kerja
Jatengx.com, Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan BRCC Indonesia menggelar Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan bahasa Mandarin dan siap memasuki dunia kerja.
Sebanyak 17 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang berlangsung di Pondok Pesantren KH. Sholeh Darat, Ngaliyan, Kota Semarang, pada 6 Agustus hingga 11 September 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada 5 Agustus 2026 di aula pesantren.
Pembukaan dihadiri Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Muhammad Ahsanul Husna, General Manager BRCC Indonesia Mario Agustian Lasut, serta Pengasuh Pondok Pesantren KH. Sholeh Darat KH. Musyafa’.
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses peserta terhadap peluang kerja yang terus berkembang seiring meningkatnya investasi dan aktivitas perusahaan asal China di Indonesia.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin semakin besar, sementara ketersediaan sumber daya manusia dengan kompetensi tersebut masih terbatas.
“Banyak perusahaan China yang membutuhkan tenaga kerja, tetapi kita kekurangan SDM yang bisa bahasa Mandarin. Maka peluang ini diambil oleh LP Ma’arif Jateng untuk memenuhi kebutuhan itu,” ujar Fakhruddin.
Ia meminta peserta memanfaatkan pelatihan secara serius karena kemampuan bahasa Mandarin dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
“Bahasa Mandarin dengan karakter dan nada yang unik adalah kunci pembuka pintu sukses kalian. Percayalah, kalian saat ini sedang melipatgandakan nilai jual dan daya saing Anda di dunia kerja,” katanya.
Peluang Kerja
General Manager BRCC Indonesia Mario Agustian Lasut mengatakan, kebutuhan tenaga kerja yang menguasai bahasa Mandarin cukup besar. Hal itu terutama terlihat di sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah yang menjadi tempat beroperasinya perusahaan-perusahaan mitra BRCC Indonesia.
Ia menyebut terdapat ribuan perusahaan di tiga kawasan industri di Jawa Tengah yang menjadi bagian dari ekosistem industri tersebut dan membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan komunikasi bahasa Mandarin.
“Tidak perlu khawatir. Kami menggaransi, selesai pelatihan kita carikan perusahaan dan kalian tinggal interview,” ujar Mario.
Dengan pola tersebut, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi jembatan menuju dunia kerja. Peserta diharapkan memiliki bekal komunikasi yang cukup untuk mengikuti proses rekrutmen dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari laoshi atau pengajar asal Tiongkok. Materi pembelajaran difokuskan pada kemampuan komunikasi praktis yang dibutuhkan dalam interaksi di lingkungan kerja.
Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja ini menjadi bagian dari upaya LP Ma’arif NU Jawa Tengah dan BRCC Indonesia memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri. Penguasaan bahasa Mandarin diharapkan menjadi kompetensi tambahan yang meningkatkan daya saing peserta, sekaligus membuka peluang kerja di tengah semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan China.



