Dokumentasi penyerahan kandang budidaya maggot oleh Mahasiswa kepada Bu Rina
Jatengx.com, Klaten — Kenaikan harga pakan bebek belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak bebek. Ibu Rina selaku salah satu Peternak sekaligus pelaku usaha telur asin di Desa Kapungan ini sempat kewalahan menutup biaya produksi, sementara sampah organik dari rumah tangga di sekitarnya justru menumpuk tanpa dimanfaatkan.

Menangkap peluang tersebut, Tim KKN II Reguler Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan solusi. Sampah organik yang selama ini dibuang begitu saja ternyata bisa diolah menjadi pakan alternatif melalui budidaya maggot atau larva lalat black soldier fly. Maggot dikenal kaya protein dan bisa tumbuh dari sisa sampah dapur, sehingga peternak tidak perlu lagi bergantung penuh pada pakan pabrikan yang harganya kian mahal.
Tim mahasiswa turun langsung mendampingi Bu Rina pada Senin, (3/8/2026), mulai dari cara mengolah sampah organik hingga memberikan maggot sebagai pakan harian bebek. Pendampingan juga menyasar pengembangan usaha telur asin miliknya, agar produk yang dihasilkan bisa lebih berkembang dan bernilai jual lebih baik.
Selain aspek pakan, Tim KKN Undip turut memberikan pendampingan seputar pengelolaan usaha telur asin secara lebih luas, mulai dari menjaga kualitas produk hingga potensi pengembangan kemasan agar lebih menarik di pasaran.
“Kami juga memberikan pendampingan pengelolaan usaha telur asin termasuk kualitas produk dan kemasannya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk telur asin Bu Rina, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas di luar Desa Kapungan.” Ujar Kordes

Bu Rina sebagai penerima manfaat, menyampaikan kehadiran program yang diinisiasi oleh mahasiswa memberikan ilmu baru kepadanya dalam pengelolaan peternakan bebek.
“Program ini sangat membantu saya, terutama dalam menambah pengetahuan tentang pengelolaan peternakan bebek dan pemanfaatan pakan alternatif. Semoga inovasi ini dapat terus diterapkan sehingga usaha peternakan kami semakin berkembang,” kata Bu Rina.
Melalui program ini, Tim KKN Undip berharap tidak berhenti begitu masa pengabdian usai atau dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan maggot sebagai pakan alternatif, peternak bebek di Desa Kapungan diharapkan bisa menekan biaya produksi sekaligus terus mengembangkan usaha telur asin secara mandiri.
Editor: Azis



