
Jatengx.com, Demak — Perundungan di lingkungan sekolah tidak selalu bermula dari persoalan besar. Ejekan, candaan yang berlebihan, hingga tindakan mengucilkan teman dapat menjadi bagian dari perilaku yang perlu dikenali sejak dini.
Kesadaran mengenai hal tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 27 Desa Sidorejo melalui sosialisasi anti-bullying di SDN Tegowanu 3, Kecamatan Karangawen, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa sekolah dasar untuk mengenalkan bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani tindakan tersebut.
Materi disampaikan dengan menyesuaikan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya membuat pembahasan mengenai bullying lebih mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Selain pemaparan materi, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi dan mengikuti sesi tanya jawab. Siswa juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman serta menyaksikan video edukatif mengenai dampak perundungan.
Kepala SDN Tegowanu 3 mengatakan edukasi mengenai bullying tetap penting diberikan meskipun sekolah sejauh ini tidak menemukan kasus perundungan.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk diberikan kepada siswa sejak dini. Walaupun di SDN Tegowanu 3 sejauh ini tidak terdapat kasus perundungan, edukasi tentang bullying tetap perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.
Menurut mahasiswa KKN, pencegahan perundungan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa mengenali tindakan bullying.
Selain itu, tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan untuk menghargai teman, menjaga ucapan, dan berani menyampaikan kepada orang dewasa ketika melihat atau mengalami tindakan yang tidak menyenangkan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi dan aktif memberikan tanggapan dalam diskusi serta sesi tanya jawab yang dipandu mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Desa Sidorejo berharap siswa semakin memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.
Bagi mahasiswa KKN, sosialisasi itu juga menjadi pengingat bahwa pencegahan perundungan tidak cukup dilakukan ketika kasus sudah terjadi. Pengetahuan dan kesadaran yang ditanamkan sejak bangku sekolah dasar menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Editor: Azis



