Mahasiswa serahkan langsung hasil kalkulasi matematis tersebut dibukukan dalam bentuk booklet edukatif kepada kader Posyandu dan pengurus PKK Desa Banyurip
Jatengx.com, Sragen — Dalam upaya mendukung efektivitas program pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi matematika praktis berupa “Panduan Skalabilitas Resep Bakso Ayam Jamur Wortel” bagi warga Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Inovasi yang digagas oleh mahasiswa disiplin Matematika Murni ini lahir dari permasalahan riil di lapangan. Mahasiswa menyampaikan proses memasak menu gizi dalam porsi besar, seperti untuk kegiatan Posyandu maupun produksi UMKM sering kali mengalami kendala perubahan rasa dan tekstur akibat penambahan bahan yang hanya dikira-kira.
Guna mengatasi kendala tersebut, pendekatan matematis dihadirkan melalui pemodelan kalkulasi rasio presisi antara adonan utama (daging ayam, jamur tiram, dan wortel) terhadap bahan pengikat (tepung tapioka dan terigu). Melalui perhitungan matematis terukur ini, kebutuhan seluruh komponen bahan—mulai dari bahan baku utama, bumbu halus, hingga perasa—dapat diproyeksikan secara akurat untuk berbagai tingkatan porsi.
Matriks analisis yang disusun mencakup tiga tingkatan skala produksi: skala rumah tangga (50 butir), skala kelompok (120 butir), hingga skala porsi besar Posyandu (240 butir) tanpa mengubah cita rasa khas maupun tekstur kenyalnya.
“Kehadiran panduan takaran matematis ini sangat membantu para kader Posyandu di lapangan, sehingga saat kami menyiapkan pemberian makanan tambahan dalam jumlah besar untuk balita, rasa, kekenyalan, dan kandungan gizinya tetap terjaga secara konsisten,” ujar salah satu kader Posyandu Desa Banyurip di sela-sela kegiatan pendampingan.
Program ini secara langsung pada Rabu (29/7) mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui penyediaan makanan bergizi seimbang berbasis pangan lokal untuk mengintervensi stunting.
Selain itu, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Selain itu, aspek efisiensi takaran bahan dalam skala UMKM juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
Untuk mempermudah penggunaan di dapur tanpa perlunya timbangan digital, seluruh angka kalkulasi dikonversi ke dalam Satuan Rumah Tangga (SRT) yang familiar bagi warga, seperti ukuran sendok teh, siung, dan butir.
Tak hanya itu, panduan ini juga dilengkapi dengan catatan teknis interaktif mengenai toleransi takaran bumbu saat pelipatgandaan porsi serta teknik pengontrolan kadar air jamur agar adonan tidak menjadi terlalu lembek. Hasil kalkulasi matematis tersebut dibukukan dalam bentuk booklet edukatif yang diserahkan langsung kepada kader Posyandu dan pengurus PKK Desa Banyurip.
Harapannya, luaran panduan matematika dapur ini menjadi acuan berkelanjutan bagi kader kesehatan dan pelaku usaha olahan pangan lokal di Desa Banyurip dalam menyajikan makanan bergizi bernilai tinggi dengan kualitas rasa, kekenyalan, dan kandungan gizi yang konsisten.
Penulis: Dienul Haaqim
Editor: Azis





