Mahasiswa tunjukkan hasil pengolahan usus ayam yang dapat dijadikan pakan lele
Jatengx.com, Sragen – Biaya pakan pabrikan yang tinggi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor perikanan. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan pemanfaatan limbah usus ayam sebagai solusi pakan alternatif untuk budidaya ikan lele.
Program sosialisasi tersebut digagas oleh Fahriza Wildan Danendra, mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, yang ditujukan kepada para pembudidaya ikan lele di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Di Desa Wonorejo, tingginya harga pakan komersial (pelet) pabrikan kerap menggerus margin keuntungan para pembudidaya lokal. Di sisi lain, limbah usus ayam dari pasar tradisional sekitar sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal bahan tersebut menyimpan kandungan protein hewani tinggi yang dibutuhkan untuk percepatan pertumbuhan ikan lele.
Melalui kegiatan ini, Fahriza memaparkan potensi nilai gizi limbah usus ayam sekaligus memberikan edukasi teknis mengenai tata cara pengolahan pakan yang aman, higienis, dan efisien.
“Tingginya pengeluaran untuk pakan pelet pabrikan sering kali menjadi beban terbesar pembudidaya. Limbah usus ayam memiliki potensi nutrisi yang sangat baik, terutama protein hewani. Dengan teknik pengolahan yang tepat dan penggunaan alat giling pakan sederhana, limbah ini dapat diubah menjadi pakan alternatif berkualitas tinggi yang ampuh menekan biaya produksi,” ujar Fahriza.
Selain penyampaian materi teoretis, mahasiswa juga menyajikan brosur yang menyajikan gambaran teknis pemprosesan bahan baku usus ayam agar menghasilkan bentuk dan tekstur pakan yang sesuai untuk konsumsi ikan lele.
Pendekatan ini disambut hangat oleh para peternak lele setempat. Pemanfaatan limbah usus ayam dipandang sebagai langkah konkret yang tidak hanya menyelesaikan masalah limbah pasar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi efisiensi usaha warga.
Mahasiswa KKN Undip berharap pemahaman mengenai formulasi pakan alternatif ini dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Wonorejo. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pakan, menekan biaya operasional, serta mengoptimalkan profitabilitas UMKM budidaya lele secara jangka panjang.
Penulis: Fahriza Wildan Danendra
Editor: Tim KKN Reguler 127 Universitas Diponegoro





