
Cibiyuk, Ampelgading, Pemalang, [02/08/2026] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2025/2026 melaksanakan program kerja multidisiplin di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, bertajuk “Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Peluang Usaha Baru”. Selain mendorong warga mengolah limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi, program ini turut diperkaya dengan sisi lain yang tak kalah penting: edukasi literasi digital pertanian melalui pemanfaatan aplikasi berbasis smart farming, agar petani dapat mengambil keputusan bertani secara lebih efisien dan berbasis data.
Selama ini, sekam padi di Desa Cibiyuk kerap dibiarkan menumpuk sebagai limbah hasil panen tanpa dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, sekam padi berpotensi diolah menjadi briket sebagai sumber bahan bakar alternatif yang bernilai jual. Di sisi lain, pola bertani warga masih banyak mengandalkan cara-cara konvensional, sementara teknologi pertanian berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI) yang sebenarnya bisa membantu efisiensi keputusan bertani belum banyak dikenal dan dipahami secara aman serta bertanggung jawab. Dari dua kondisi itulah program multidisiplin ini dirancang untuk saling melengkapi.
Berangkat dari kondisi tersebut, Reza Novian Choironnisa, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, mengambil peran khusus dalam program ini dengan memberikan edukasi literasi digital tani kepada warga. Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan aplikasi berbasis smart farming untuk membantu petani mengambil keputusan bertani secara lebih efisien, sekaligus menekankan bagaimana teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau AI, perlu digunakan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Latar belakang keilmuan hukum menjadi bekal penting untuk menjembatani aspek teknis smart farming dengan pemahaman warga mengenai tanggung jawab dan batasan hukum dalam penggunaan teknologi tersebut.
Kegiatan edukasi berlangsung melalui pemaparan materi secara langsung yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami warga tani, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Dalam pelaksanaannya, materi mengenai penggunaan AI secara aman, bijak, dan bertanggung jawab berhasil tersampaikan dengan baik. Antusiasme peserta pun terlihat dari keaktifan mereka mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi digital dalam kegiatan bertani sehari-hari.
Meski berjalan lancar, pelaksanaan program ini tidak luput dari sejumlah tantangan. Sebagian peserta masih kurang memahami aspek tanggung jawab dan sisi hukum dari penggunaan AI, mengingat topik ini tergolong baru bagi masyarakat desa. Di samping itu, keterbatasan waktu pelaksanaan membuat materi maupun praktik penggunaan aplikasi smart farming belum dapat dibahas secara lebih mendalam. “Kami menyadari satu kali pertemuan belum cukup untuk membuat warga benar-benar mahir. Tapi setidaknya, fondasi pemahaman soal batasan dan tanggung jawab penggunaan AI dalam bertani sudah mulai terbentuk,” ujar Reza Novian Choironnisa menanggapi hambatan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan pendampingan lanjutan dengan memberikan contoh-contoh penggunaan AI yang sederhana namun tetap sesuai koridor hukum, sehingga warga dapat mempraktikkannya secara bertahap. Selain itu, akan disediakan pula poster dan media edukasi lain sebagai bahan belajar mandiri, agar pemahaman warga terhadap literasi digital tani dapat terus berkembang meski program KKN telah usai.
Kolaborasi antara pelatihan pembuatan briket sekam padi dan edukasi literasi digital tani ini menjadi gambaran nyata bagaimana program multidisiplin mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus: membuka peluang usaha baru dari limbah pertanian, sekaligus membekali warga dengan kesiapan menghadapi era pertanian digital. Bagi Reza Novian Choironnisa, kesempatan ini menjadi ruang untuk menerapkan ilmu hukum secara kontekstual, khususnya dalam mengedukasi masyarakat mengenai sisi tanggung jawab dan legalitas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap warga Desa Cibiyuk tidak hanya mampu mengubah limbah sekam padi menjadi peluang usaha bernilai ekonomi melalui briket, tetapi juga semakin siap dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital serta kecerdasan buatan untuk mendukung keberlanjutan pertanian mereka ke depan.
Penulis/Reporter: Reza Novian Choironnisa
NIM: 11000123140622
Kontak Media / Humas Kelompok: @cibiyukkukuruyuk




