
SUKOHARJO, 18 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Sosialisasi Edukasi Anti-Bullying bagi Anak-anak di Desa Pojok yang bertempat di Lembaga Pendidikan di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan pertemanan. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa tindakan seperti mengejek, memukul atau mendorong, mengucilkan teman, mengambil barang teman tanpa izin, serta mengatakan kata-kata kasar merupakan perilaku yang dapat menyakiti teman dan tidak seharusnya dilakukan.
Grace Gabriella Turnip, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro sekaligus pelaksana program, menjelaskan bahwa edukasi mengenai bullying perlu diberikan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka. “Melalui kegiatan ini, saya ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai apa itu bullying dan contoh perilaku yang tidak seharusnya dilakukan kepada teman. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk memahami bagaimana menjadi teman yang baik dan apa yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying,” jelasnya.
Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying sebagai tindakan menyakiti, membuat takut, atau mempermalukan teman dengan perilaku yang tidak baik dan dilakukan secara berulang-ulang. Anak-anak kemudian diberikan beberapa contoh tindakan yang tidak boleh dilakukan, seperti mengejek teman, memukul atau mendorong teman, mengucilkan teman, mengambil barang teman tanpa izin, serta mengatakan kata-kata kasar.
Selain mengenalkan perilaku yang tidak baik, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai cara menjadi teman yang baik. Beberapa sikap yang dapat dilakukan antara lain saling menghargai dan menghormati, menolong teman yang sedang sedih atau mengalami kesulitan, mengajak teman bermain dan bergaul dengan baik, serta menggunakan kata-kata yang baik kepada teman.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Anak-anak juga diajak untuk memahami contoh situasi yang dapat terjadi dalam pertemanan sehari-hari sehingga mereka dapat membedakan perilaku yang baik dan perilaku yang dapat menyakiti teman. Media visual berupa poster edukasi turut digunakan sebagai pendukung penyampaian materi.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan respons yang positif dan antusias dalam mengikuti penyampaian materi. Anak-anak terlihat tertarik ketika diberikan contoh mengenai perilaku bullying dan cara memperlakukan teman dengan baik. “Kegiatannya seru dan saya jadi lebih tahu tentang bullying. Saya jadi tahu kalau mengejek, memukul, atau mengucilkan teman itu tidak baik. Saya juga mau lebih baik kepada teman dan membantu kalau ada teman yang sedang kesulitan,” ungkap salah satu anak.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pemahaman bahwa menjadi teman yang baik dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti menghargai teman, membantu teman yang mengalami kesulitan, mengajak teman bermain bersama, dan menggunakan kata-kata yang baik. Anak-anak juga diarahkan untuk bercerita kepada guru atau orang dewasa apabila melihat atau mengalami bullying, sehingga mereka tidak perlu menghadapi tindakan tersebut seorang diri.
Pihak lembaga pendidikan juga memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Materi mengenai bullying disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan seperti ini penting untuk mengingatkan anak-anak agar saling menghargai, tidak menyakiti teman, dan berani bercerita kepada guru apabila mengalami atau melihat bullying,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga hubungan pertemanan yang baik serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk tidak melakukan tindakan bullying dan berani mengambil sikap ketika melihat teman yang mengalami perlakuan tidak baik.
Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan kegiatan bersama antara mahasiswa KKN Tim II Undip dan anak-anak Desa Pojok, serta penyerahan media edukasi secara simbolis dan ramah tamah.
Penulis/Reporter: Grace Gabriella Turnip
Kontak Media / Humas Kelompok: kknpojokundip@gmail.com / @kknundip.pojok



