Proses verifikasi dan validasi data calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Purwosuman
Jatengx.com, Sragen — Ketepatan data menjadi salah satu kunci agar bantuan pemerintah dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan verifikasi dan validasi data calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Rafi Naufal Andriansyah, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip, sebagai bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok Soshum KKN Reguler Desa Purwosuman.
Program RTLH merupakan salah satu bentuk bantuan pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat yang memiliki kondisi rumah kurang layak, baik dari sisi struktur bangunan, sanitasi, maupun kondisi tempat tinggal secara keseluruhan.
Sebelum bantuan diberikan, diperlukan proses pendataan yang akurat agar penerima bantuan sesuai dengan kondisi dan kriteria yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, Rafi tidak hanya mencocokkan data administratif berupa nama dan alamat warga. Ia juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah warga, mendokumentasikan kondisi fisik bangunan, serta mencatat informasi lain yang diperlukan dalam proses verifikasi.
“Verifikasi ini penting karena data yang tercatat harus sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa data yang dihimpun dapat menjadi dasar yang lebih akurat dalam menentukan warga yang memang membutuhkan bantuan,” ujar Rafi.

Menurut Rafi, proses pendataan membutuhkan ketelitian karena kesalahan informasi dapat berdampak pada ketepatan sasaran program. Karena itu, setiap data diperiksa dan dibandingkan dengan kondisi nyata sebelum dimasukkan ke dalam rekapitulasi.
Bagi warga, proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi rumah dan kebutuhan mereka secara langsung. Informasi yang diperoleh kemudian menjadi bagian dari bahan pendataan yang dapat digunakan oleh pihak desa dalam proses penetapan penerima bantuan.
“Bukan hanya soal mencatat data, tetapi juga melihat langsung bagaimana kondisi rumah warga. Dari situ kami bisa memahami bahwa proses administrasi memiliki dampak yang cukup besar terhadap masyarakat,” kata Rafi.
Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, mahasiswa membantu menyusun database warga yang telah diperiksa berdasarkan informasi administratif dan temuan di lapangan. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan calon penerima bantuan RTLH.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa KKN dalam pembangunan desa tidak selalu berbentuk kegiatan fisik atau pelatihan kepada masyarakat. Pendampingan administrasi dan pengelolaan data juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah agar berjalan lebih tepat sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Undip berharap proses pendataan RTLH di Desa Purwosuman dapat menjadi lebih tertib, akurat, dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Ketepatan data diharapkan dapat membantu memastikan program bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman untuk menerapkan pengetahuan administrasi publik secara langsung di tengah masyarakat. Dari proses sederhana berupa pencocokan data hingga peninjauan kondisi rumah warga, mahasiswa belajar bahwa kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis: Tim KKN-Reguler Desa Purwosuman, Universitas Diponegoro
Editor: Azis



