Pemasangan Papan Mading & Display Briket Sekam Padi di Balai Desa Sribit
Jatengx.com, Sragen — Limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal mulai diperkenalkan sebagai bahan baku briket oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Melalui program kerja pemasangan Papan Mading Pojok Edukasi dan Display Briket Sekam Padi di Balai Desa Sribit, mahasiswa KKN berupaya memberikan informasi sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah pertanian kepada masyarakat.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya sekam padi sebagai salah satu limbah hasil pertanian di Desa Sribit. Selama ini, sekam padi belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui pengenalan briket, masyarakat diajak melihat bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Papan mading yang dipasang (16/8) di Balai Desa Sribit memuat berbagai informasi mengenai briket sekam padi. Materi tersebut meliputi pengertian briket, manfaat, tahapan pembuatan, hingga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari produk tersebut.
Selain materi tertulis, mahasiswa juga menyediakan display berupa contoh briket sekam padi beserta alat cetak sederhananya. Kehadiran display tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bentuk produk sekaligus memberikan gambaran mengenai proses pembuatannya.
“Kami berharap adanya pojok edukasi ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga dapat membuat warga Desa Sribit lebih mengenal briket sekam padi dan termotivasi untuk mencoba memanfaatkan limbah sekam padi di rumah,” ujar koordinator Divisi Sosial Masyarakat Tim KKN Undip Desa Sribit.
Menurut mahasiswa KKN, pemanfaatan sekam padi menjadi briket dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa. Dengan pengelolaan yang tepat, sekam padi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut mendapat dukungan dari perangkat Desa Sribit. Setelah kegiatan KKN berakhir, pengelolaan dan pembaruan materi pada papan mading akan diserahkan kepada perangkat desa. Dengan demikian, informasi mengenai pemanfaatan sekam padi diharapkan dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemasangan Papan Mading Pojok Edukasi dan Display Briket Sekam Padi menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Undip untuk menghadirkan edukasi yang mudah diakses masyarakat. Informasi yang ditempatkan di ruang publik desa memungkinkan warga mengenal alternatif pengolahan limbah pertanian tanpa harus mengikuti kegiatan pelatihan secara langsung.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat Desa Sribit semakin menyadari bahwa limbah pertanian memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Ke depan, pemanfaatan sekam padi diharapkan tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga dapat menjadi salah satu peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal desa.
Lokasi: Balai Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen
Penulis: Tim KKN Universitas Diponegoro Desa Sribit
Editor: Azis



