
Jatengx.com, Semarang – Mahasiswa Magang Kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 melaksanakan kegiatan magang di SMK Negeri 1 Semarang sebagai bagian dari program akademik yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pendidik yang profesional, kompeten, dan siap terjun ke dunia pendidikan.
Kegiatan Magang Kependidikan ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. Proses penerjunan mahasiswa ke sekolah dimulai pada tanggal 27 Januari 2026. Sejak hari pertama, mahasiswa telah beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta mulai mengenal sistem pembelajaran yang diterapkan.
Kegiatan Magang Kependidikan ini menjadi salah satu bentuk penerapan langsung dari teori yang telah dipelajari selama perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar, tetapi juga belajar secara langsung mengenai kondisi nyata di lingkungan sekolah, karakteristik peserta didik, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi observasi kelas, penyusunan perangkat pembelajaran seperti modul ajar dan media pembelajaran, praktik mengajar di kelas, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada mahasiswa, tetapi juga melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang lebih aktif dan interaktif. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan metode pembelajaran kreatif sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Dalam praktik mengajar, mahasiswa menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran yang menarik, seperti diskusi kelompok, presentasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang variatif membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Siswa-siswi SMK Negeri 1 Semarang pun memberikan respons yang positif terhadap kehadiran mahasiswa magang. Mereka merasa proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
“Belajar jadi lebih santai tapi tetap paham, Bapak/ibu mahasiswa juga sering ngajak diskusi jadi kita lebih aktif,” ujar salah satu siswa.

Selain kegiatan pembelajaran, mahasiswa Magang Kependidikan juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya. Salah satunya adalah kegiatan SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2026 dengan mengangkat tema bencana banjir.
Dalam kegiatan SPAB tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai penyebab terjadinya banjir, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi sederhana agar siswa lebih memahami tindakan yang tepat dalam situasi darurat.
Kegiatan ini berlangsung dengan antusias, di mana siswa aktif mengikuti penjelasan dan berpartisipasi dalam simulasi yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi potensi bencana banjir di lingkungan sekitar.
Kegiatan Magang Kependidikan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengajar, membimbing, serta berinteraksi dengan siswa di lingkungan sekolah.
Tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, mahasiswa juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah lainnya, seperti membantu administrasi sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi mahasiswa dalam dunia kerja.
Selain itu, mahasiswa juga turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik, seperti membantu menjaga kebersihan, mendukung kegiatan literasi, serta memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dan berkembang.
Dengan adanya kegiatan Magang Kependidikan ini, diharapkan tidak hanya mahasiswa yang mendapatkan manfaat, tetapi juga siswa dan pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, serta menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama yang baik, diharapkan dapat tercipta generasi pendidik yang unggul dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Ke depannya, kegiatan Magang Kependidikan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi-inovasi baru yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon pendidik dapat semakin siap dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan di dunia pendidikan.
Editor: Azis



