
Jatengx.com, Magetan — Upaya meningkatkan kepercayaan diri siswa dilakukan melalui kegiatan pelatihan dasar public speaking yang digelar di Balai Desa Bogoarum pada Sabtu (17/1). Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari siswa kelas VI sekolah dasar dan siswa sekolah menengah pertama yang tergabung dalam organisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide dan gagasan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan sejalan dengan program United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas pada poin ke-4.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi dasar mengenai public speaking, seperti teknik penguasaan materi, pengaturan intonasi suara, penggunaan bahasa tubuh, serta pentingnya kontak mata saat berbicara di depan audiens. Materi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Tidak hanya menerima teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan berbicara melalui sesi presentasi singkat di depan teman-temannya.

Aida Nuraini, selaku pemateri menggunakan pendekatan experiential learning, yaitu pembelajaran melalui pengalaman langsung selama pelatihan.
“penggunaan metode pendekatan experiential learning sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri siswa karena mereka terlibat secara aktif dalam setiap sesi,” katanya.
awalnya sebagian siswa terlihat gugup dan kurang percaya diri. Namun, seiring berjalannya kegiatan, mereka mulai berani tampil dan menunjukkan peningkatan dalam cara berbicara.
Salah satu peserta mengaku bahwa kegiatan ini sangat membantu dirinya untuk lebih berani berbicara di depan umum.
“Awalnya saya takut dan malu, tapi setelah mencoba saya jadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Permasalahan rendahnya kepercayaan diri memang kerap ditemui dalam kegiatan organisasi remaja seperti PIK-R. Banyak anggota yang masih ragu untuk menyampaikan pendapat, memimpin diskusi, maupun menjadi pembicara dalam kegiatan sosial.
Pelaksanaan pelatihan di Balai Desa Bogoarum juga menjadi bentuk kolaborasi antara masyarakat dan dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan karakter generasi muda.
Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, para siswa didorong untuk lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam berbagai situasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Editor: Azis



