Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 140 Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 1 melalui kegiatan pemetaan dan monitoring potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Desa Ngabean
Jatengx.com, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 140 Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 1 melalui kegiatan pemetaan dan monitoring potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Program ini berfokus pada identifikasi potensi biogas berbasis limbah peternakan sekaligus monitoring instalasi biogas yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai langkah awal penyusunan basis data energi desa.
Berdasarkan observasi mahasiswa, penyusunan basis data dilakukan karena Desa Ngabean belum memiliki informasi spasial mengenai persebaran peternakan, jumlah ternak, volume limbah, maupun wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Informasi tersebut diperlukan sebagai dasar dalam perencanaan pengembangan energi yang sesuai dengan karakteristik desa dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Ngabean yang dipimpin Kepala Desa Anom Tri Syamcoko, kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama perangkat desa, kelompok tani, kelompok peternak, dan masyarakat. Selanjutnya, tim melaksanakan survei di delapan dusun, yaitu Gowok, Kalikatok, Bulumesu, Kliwonan, Ngabean, Ngularan, Balak, dan Mluro.
Abdul Azis, selaku mahasiswa menjelaskan survei lapangan dilaksanakan di delapan dusun tersebut dengan melakukan pendataan pada kandang sapi dan kambing milik warga.
Tim KKN melakukan identifikasi jenis serta jumlah ternak, mencatat titik koordinat menggunakan Global Positioning System (GPS), mendokumentasikan kondisi kandang, serta mengamati potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas.

Data tersebut kemudian diintegrasikan untuk menghasilkan gambaran persebaran peternakan dan wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber Energi Baru Terbarukan.
Selain melakukan pemetaan, tim juga memonitor satu-satunya instalasi biogas yang masih beroperasi di Dusun Gowok. Monitoring dilakukan dengan mengamati kondisi fisik digester, proses pengisian limbah ternak, serta pemanfaatan gas hasil fermentasi sebagai bahan bakar rumah tangga. Tim juga mengamati kualitas nyala api kompor biogas sebagai indikator bahwa instalasi masih berfungsi dengan baik.
Selain menghasilkan biogas, proses fermentasi limbah peternakan juga menghasilkan residu berupa slurry yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pemanfaatan slurry dapat menjadi alternatif dalam mendukung sektor pertanian sekaligus mengoptimalkan pengelolaan limbah peternakan secara berkelanjutan.
Seluruh hasil survei dan monitoring kemudian dihimpun menjadi basis data yang memuat persebaran kandang, jumlah ternak, titik koordinat, dokumentasi lapangan, wilayah berpotensi biogas, serta kondisi instalasi yang telah ada. Data tersebut selanjutnya diolah menjadi Peta Potensi Energi Baru Terbarukan Desa Ngabean dan poster informasi sebagai media edukasi bagi pemerintah desa dan masyarakat.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi energi terbarukan serta potensi pemanfaatan residunya sebagai pupuk organik.
Melalui Program Kerja Multidisiplin 1 ini, mahasiswa KKN-T 140 Universitas Diponegoro tidak hanya menghasilkan peta potensi Energi Baru Terbarukan, tetapi juga menyusun basis data yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Desa Ngabean sebagai landasan awal pengembangan energi berbasis potensi lokal.
Hasil pemetaan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan instalasi biogas di wilayah lain sehingga pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di Desa Ngabean dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
Penulis: Abdul Azis
Editor: Azis



