Mahasiswa KKN UNDIP kenalkan website katalog digital UMKM berbasis Google Sites beserta buku pedomannya
Jatengx.com, Sukoharjo — Bayangkan sebuah desa kecil di Sukoharjo, tempat puluhan pelaku usaha rumahan berjuang memasarkan produknya, tapi informasinya tercecer di mana-mana: sebagian di WhatsApp, sebagian di Instagram, sisanya cuma tersebar dari mulut ke mulut tetangga. Calon pembeli yang penasaran harus rela mencari-cari sendiri. Kini, cerita itu mulai berubah.
Tim KKN di Desa Tambakboyo menjawab persoalan tersebut dengan solusi sederhana namun berdampak: website katalog digital UMKM berbasis Google Sites — sebuah “rumah baru” bagi produk-produk lokal Tambakboyo di dunia maya.

Selama ini, mencari produk UMKM Tambakboyo ibarat mengumpulkan puzzle: sedikit info di sini, sedikit di sana. Menyadari betapa merepotkannya hal ini, Tim KKN merancang website yang berfungsi sebagai pintu masuk tunggal menjadi tempat konsumen bisa melihat katalog produk, mengetahui lokasi usaha, lalu diarahkan langsung ke WhatsApp, media sosial, atau online shop untuk bertransaksi.
“Konsepnya sederhana, kami ingin membuat konsumen lebih mudah ketika ingin mencari produk UMKM di Tambakboyo. Jadi, dari website ini konsumen bisa melihat produk, mengetahui lokasi UMKM, kemudian diarahkan ke WhatsApp, media sosial, atau online shop untuk melakukan pemesanan,” ujar Iqbal Reza Mahendra, Ketua Koordinator Desa Tim KKN Universitas Diponegoro.
Pemilihan Google Sites bukan tanpa alasan. Platform ini dipilih karena ramah pengguna dan tidak menuntut kemampuan coding — pertimbangan penting agar website tetap “hidup” dan bisa dikelola mandiri oleh warga jauh setelah Tim KKN menyelesaikan tugasnya.

Di balik tampilan yang rapi, ada proses yang tidak sederhana. Tim KKN turun langsung mendata setiap UMKM: mulai dari nama usaha, foto produk, deskripsi, harga, kontak pemilik, lokasi, hingga tautan media sosial dan online shop yang semua dirangkum menjadi satu profil digital yang utuh.
Menariknya, website ini tidak dirancang untuk menyaingi marketplace atau media sosial yang sudah dipakai pelaku UMKM. Justru sebaliknya, ia berperan sebagai jembatan yang mempertemukan calon pembeli dengan kanal transaksi yang sudah ada.
Bagi pelaku UMKM sendiri, kehadiran website ini terasa menjawab kebutuhan nyata. Ia menyampaikan kehadiran website membantu produk kami bisa lebih dijangkau pasar yang lebih luas.
“Menurut saya ini cukup membantu, terutama untuk mengenalkan produk kami kepada orang yang sebelumnya belum tahu. Kalau ada yang ingin pesan, nanti bisa langsung menghubungi kami melalui kontak yang sudah dicantumkan,” ungkap Bapak Sidik, salah satu pelaku UMKM Desa Tambakboyo.
Banyak program KKN berhenti begitu mahasiswa pulang kampung. Tim KKN Tambakboyo tampaknya ingin menghindari nasib serupa. Mereka menyiapkan panduan pengelolaan website yang ditulis selangkah demi selangkah yang dimulai dari cara mengakses halaman pengelola, memperbarui katalog dan foto, menambah produk baru, mengubah kontak dan tautan, hingga mempublikasikan perubahan.
“Harapannya website ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Kami sengaja membuat sistem dan panduannya sesederhana mungkin supaya nantinya pihak UMKM atau pengelola desa bisa melakukan update secara mandiri,” jelas Mas Udin, penanggung jawab program digitalisasi UMKM.
Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang. Melalui website katalog ini, produk-produk Tambakboyo punya kesempatan lebih besar untuk dilihat orang tak hanya dari dalam desa, tapi juga dari luar wilayah.
Lebih dari sekadar etalase, website ini menjelma menjadi wajah bersama yang memamerkan kekayaan dan keberagaman produk lokal Tambakboyo kepada dunia. Ke depan, ruang untuk berkembang masih terbuka lebar: menambah jumlah UMKM yang terdaftar, memperbarui katalog secara rutin, menonjolkan produk unggulan, hingga menghubungkan lebih banyak kanal digital.
“Harapan kami bukan hanya membuat website kemudian selesai. Justru setelah KKN selesai, website ini bisa terus digunakan, diperbarui, dan dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh pelaku UMKM dan masyarakat Tambakboyo,” pungkas Iqbal Reza Mahendra
Langkah kecil dari sebuah website sederhana, namun membawa harapan besar: dari produk lokal Tambakboyo, menuju pasar yang jauh lebih luas lewat satu pintu digital.
Penulis: Iqbal Reza Mahendra
Editor: Azis



