Mahasiswa bersama pengurus Bank Sampah selepas serah terima Dasboard Digital
Jatengx.com, Batang – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Tahun 2026 Universitas Diponegoro melaksanakan tiga program kerja di Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Ketiga program tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM berbasis digital, serta pembelajaran matematika yang interaktif.
Mahasiswa mewujudkan program melalui Bank Sampah Desa Sijono, Digitalisasi dan Branding UMKM Khas Desa Sijono, serta Eksplorasi Data Matematika di MI Islamiyah Desa Sijono.
Rahiya Guna Bekti Nugroho menjelaskan ketiga program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi kondisi di Desa Sijono. Mahasiswa tidak hanya melihat potensi yang dimiliki desa, tetapi juga memperhatikan berbagai kendala yang dapat menghambat keberlanjutan pengelolaannya.
“Kegiatan dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari membangun sistem pengelolaan data yang lebih transparan, membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan digital, hingga menghadirkan pembelajaran matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Rahiya Guna Bekti Nugroho.
Membangun Kembali Kepercayaan melalui Dashboard Bank Sampah
Salah satu program yang dikembangkan mahasiswa adalah Bank Sampah Desa Sijono. Program ini dilatarbelakangi oleh keberadaan bank sampah yang sebelumnya pernah berjalan di Desa Sijono, tetapi belum mampu bertahan secara berkelanjutan.
Salah satu permasalahan yang muncul adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan bank sampah, terutama berkaitan dengan transparansi dan pengelolaan keuangan. Selain itu, sistem pencatatan dan pengelolaan data yang belum tertata dengan baik juga menjadi salah satu kendala dalam keberlanjutan program.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya berupaya menghidupkan kembali kegiatan bank sampah, tetapi juga merancang sistem yang dapat mendukung pengelolaan secara lebih tertib dan transparan. Salah satu luaran program ini adalah Dashboard Bank Sampah yang digunakan untuk membantu pengurus dalam mencatat dan mengolah data bank sampah secara terstruktur.
Dashboard tersebut dirancang agar data nasabah, jenis sampah, berat sampah, harga, serta transaksi dapat tercatat dan terhubung dalam satu sistem. Data yang telah diolah kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan rekapitulasi dan informasi yang lebih mudah dipantau.
Dengan adanya sistem tersebut, proses pencatatan tidak lagi hanya bergantung pada pencatatan manual, tetapi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terdokumentasi.
“Pengelolaan bank sampah tidak cukup hanya dengan mengumpulkan dan memilah sampah. Data nasabah, jenis dan berat sampah, hingga transaksi juga perlu dicatat dengan baik agar pengurus memiliki gambaran yang jelas mengenai perkembangan bank sampah,” tutur Rahiya Guna Bekti Nugrohodalam pelaksanaan program.

Selain membangun sistem digital, mahasiswa juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pengurus bank sampah. SOP ini menjadi bagian penting karena keberlanjutan bank sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola pengurus. Pembagian tugas, mekanisme pencatatan, pengelolaan transaksi, hingga prosedur pelaporan diarahkan agar dapat dilakukan secara jelas dan konsisten.
Melalui kombinasi antara Dashboard Bank Sampah dan SOP pengurus, program ini diarahkan untuk membantu menciptakan pengelolaan yang lebih transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat yang sebelumnya menjadi salah satu kendala dapat dibangun kembali melalui sistem pengelolaan yang lebih terbuka.
Membawa Produk Khas Desa Sijono ke Ruang Digital
Potensi ekonomi Desa Sijono juga menjadi perhatian mahasiswa melalui program Digitalisasi dan Branding UMKM Khas Desa Sijono. Program ini berfokus pada dua produk khas desa, yaitu panggang ayam dan anyaman tampah yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Meskipun telah menjadi bagian dari produk masyarakat, keduanya masih membutuhkan penguatan dari sisi digitalisasi, branding, dan pemasaran agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Perkembangan teknologi membuat aktivitas jual beli semakin banyak dilakukan melalui platform digital. Masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan penjualan secara langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan marketplace dan layanan pesan-antar makanan untuk memperluas jangkauan pasar. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi UMKM Desa Sijono untuk mulai beradaptasi dengan pola pemasaran yang lebih modern.
Melalui program ini, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam mengenalkan produk mereka ke ruang digital. Salah satu bentuk pendampingan dilakukan dengan membantu proses pendaftaran dan pengenalan penggunaan platform daring, seperti Shopee dan ShopeeFood.

Rahiya Guna Bekti Nugroho menegaskan dengan masuknya produk ke platform digital, konsumen di luar lingkungan sekitar desa memiliki kesempatan untuk mengenal dan mengakses produk khas Desa Sijono dengan lebih mudah.
Selain aspek pemasaran, mahasiswa juga memberikan perhatian pada branding produk agar produk khas desa memiliki identitas yang lebih kuat. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya membuat produk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, tetapi juga membantu memperkenalkan potensi lokal Desa Sijono kepada masyarakat yang lebih luas.
“Produk lokal sebenarnya memiliki potensi untuk dikenal lebih luas, tetapi perlu didukung dengan identitas produk dan cara pemasaran yang sesuai dengan kebiasaan konsumen saat ini. Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu langkah yang dapat membantu UMKM Desa Sijono memperluas jangkauan pasarnya,” tegas Rahiya Guna Bekti Nugroho
Program ini menjadi salah satu bentuk dorongan agar pelaku UMKM tidak hanya mempertahankan cara pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Mengubah Pembelajaran Data Menjadi Lebih Interaktif
Di bidang pendidikan, mahasiswa KKN melaksanakan program Eksplorasi Data Matematika di MI Islamiyah Desa Sijono. Program ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang tidak hanya berpusat pada penjelasan materi dan pengerjaan soal, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep melalui pengalaman yang lebih interaktif.
Materi yang menjadi fokus adalah penyajian dan pengolahan data. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan permainan atau game sebagai bagian dari pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif. Materi juga dikaitkan dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar siswa dapat melihat bahwa data bukan sekadar angka yang harus dihitung, tetapi dapat digunakan untuk memahami suatu kondisi dan membantu mengambil keputusan.
Siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi data, mengolah informasi, serta menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Tidak berhenti pada mencari jawaban, siswa juga didorong untuk berkreasi dalam menentukan cara penyelesaian masalah terkait data. Pendekatan tersebut membuat siswa memiliki ruang untuk berdiskusi, mencoba, menemukan pola, dan menjelaskan hasil pemikirannya.
“Melalui permainan dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat melihat bahwa matematika tidak hanya tentang menghitung angka. Data juga dapat digunakan untuk membaca kondisi dan membantu kita mengambil keputusan,” jelas mahasiswa saat memberikan pembelajaran.

Melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, “Eksplorasi Data Matematika” diharapkan dapat membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Tiga Program, Satu Tujuan: Mengembangkan Potensi Desa
Ketiga program kerja tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Desa Sijono dapat dilakukan melalui berbagai bidang yang saling melengkapi. Dashboard Bank Sampah berupaya memperkuat tata kelola dan transparansi dalam pengelolaan lingkungan. Digitalisasi dan Branding UMKM mendorong produk khas desa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas jangkauan pemasaran. Sementara itu, “Eksplorasi Data Matematika” memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual bagi generasi muda.
Melalui ketiga program tersebut, mahasiswa KKN berharap hasil kegiatan dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir. Dashboard dan SOP diharapkan menjadi dasar pengelolaan bank sampah yang lebih transparan, digitalisasi dapat membantu UMKM memperluas pemasaran produk khas Desa Sijono, sedangkan pembelajaran “Eksplorasi Data Matematika” diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk lebih aktif dalam memahami dan memecahkan permasalahan matematika.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi dan dokumentasi bersama. Kehadiran mahasiswa KKN di Desa Sijono diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang selesai ketika masa pengabdian berakhir, tetapi juga meninggalkan sistem, keterampilan, dan pengetahuan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat desa.
Penulis/Reporter: Rahiya Guna Bekti Nugroh
Editor: Azis



