
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Kerja, KKN-R 127 UNDIP Bagikan Panduan K3 Pembuatan Pupuk Cair Organik
WONOREJO — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di sektor peternakan, mahasiswa KKN-R 127 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program edukasi Higiene dan Keselamatan Kerja (K3) bagi peternak di Desa Wonorejo. Program ini difokuskan pada penerapan K3 saat proses pemanfaatan dan pengolahan limbah urine sapi menjadi pupuk cair organik.
Pemanfaatan urine ternak ruminansia sebagai pupuk organik cair memang memiliki potensi ekonomi dan lingkungan yang besar. Namun, proses pengumpulan dan pengolahannya sering kali mengabaikan aspek higiene dan proteksi diri, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi para peternak.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-R 127 UNDIP menyusun dan membagikan brosur panduan K3 praktis berbasis standar kesehatan kerja (CDC, WHO, dan OSHA). Media edukasi ini dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan secara langsung oleh warga peternak setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menekankan empat pilar utama keselamatan kerja:
1. Penggunaan APD Wajib: Penggunaan sarung tangan karet, masker, sepatu bot, celemek/apron, baju lengan panjang, dan kacamata pelindung untuk meminimalkan kontak langsung dengan bahan kimia alamiah maupun kuman penyakit.
2. Langkah Kerja Aman: Mewajibkan cuci tangan dengan sabun, menutup luka terbuka, bekerja di area berventilasi baik, menggunakan wadah berlabel dan tertutup, serta memisahkan peralatan kerja dari alat rumah tangga.
3. Identifikasi Bahaya: Memberikan pemahaman terkait risiko paparan gas amonia yang dapat mengganggu pernapasan, iritasi kulit/mata, bahaya kuman penyakit, hingga risiko cedera akibat fisik lapangan yang licin.
4. Penanganan Darurat: Langkah cepat bilamana terjadi tumpahan atau paparan, seperti membilas area terpapar dengan air bersih dan segera berpindah ke udara segar.
“Banyak peternak yang belum menyadari bahwa gas amonia dan kontak langsung dengan limbah ternak tanpa pelindung dapat memicu iritasi kulit hingga gangguan pernapasan. Melalui edukasi K3 dan pembagian brosur ini, kami berharap peternak Desa Wonorejo dapat mengolah limbah menjadi pupuk cair secara aman, sehat, dan berdaya guna,” ujar perwakilan mahasiswa KKN-R 127 UNDIP.
Inisiatif ini mendapat respon positif dari warga setempat. Dengan mengusung tagline “Kerja Aman, Peternak Sehat, Hasil Lebih Bermanfaat”, program KKN ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang lebih higienis dan aman di lingkungan peternakan Desa Wonorejo.
“Pengelolaan limbah urin sapi menjadi pupuk organik memang memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan bagi kemandirian peternak, tetapi faktor keselamatan dan kesehatan kerja sering kali terabaikan akibat minimnya paparan edukasi mengenai risiko bahaya mikroorganisme dan bahaya ergonomis saat pengambilan limbah. Melalui pembagian brosur K3 ini, kami ingin memastikan para peternak tidak hanya terampil dalam memanfaatkan limbah secara ekonomis, tetapi juga memiliki tingkat kesadaran tinggi untuk melindungi diri mereka sendiri melalui penerapan budaya higiene yang benar di lingkungan kerja harian,” ujar Fathia Febianti, penanggung jawab pelaksanaan program kerja edukasi K3 tersebut.




