Mahasiswa bersama Ibu Sundini berfoto setelah pendampingan penguatan branding dan media promosi UMKM melalui optimalisasi identitas merek dan komunikasi Pemasaran
Jatengx.com, Pemalang — Usaha keripik pisang milik Ibu Sundini di Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, telah bertahan hampir dua dekade. Dimulai sejak 2007, usaha rumahan tersebut pernah berkembang hingga memproduksi sekitar dua kuintal keripik pisang per pekan dan memasok produk ke sekitar 120 toko.
Usaha Ibu Sundini menggunakan pisang raja sebagai bahan baku utama. Produk selama ini dipasarkan secara konvensional melalui sistem titip jual di sejumlah warung dan toko.
Berbeda dengan usaha rumahan lainnya, Usaha kripik pisang tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Namun, pemanfaatan identitas merek dan media promosi masih belum optimal.
Label kemasan yang telah dimiliki tidak ditempel secara konsisten, sementara pemasaran digital belum banyak dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Di tengah perjalanan usaha tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) turut membantu memperkuat identitas merek dan media promosi UMKM melalui program “Penguatan Branding dan Media Promosi UMKM melalui Optimalisasi Identitas Merek dan Komunikasi Pemasaran”.
Meskipun telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, pemanfaatan identitas merek dan media promosi masih belum optimal. Label kemasan yang telah dimiliki belum digunakan secara konsisten, sementara pemasaran digital belum banyak dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa saat melakukan observasi dan wawancara dengan pemilik UMKM. Dari proses tersebut, mahasiswa kemudian mengidentifikasi kebutuhan usaha, terutama dalam membangun identitas produk yang lebih konsisten dan memperkuat media komunikasi dengan calon konsumen.
“Produk ini sebenarnya sudah memiliki perjalanan yang panjang dan pelanggan yang cukup banyak. Karena itu, penguatan identitas dan media promosi diharapkan dapat membantu produk lebih mudah dikenali dan memiliki daya tarik yang lebih kuat,” ujar Nabila Kalisha Azzahra pelaksana program.

Pendampingan kemudian dilakukan melalui pembuatan sejumlah media pendukung pemasaran. Luaran yang dihasilkan meliputi desain label kemasan, banner atau papan nama UMKM, foto produk, serta katalog sederhana yang dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai produk.
Penguatan branding tersebut tidak hanya diarahkan pada tampilan kemasan, tetapi juga pada konsistensi identitas produk ketika diperkenalkan kepada konsumen. Foto produk dan katalog dapat digunakan sebagai materi promosi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Bagi UMKM yang selama ini mengandalkan sistem titip jual, keberadaan media promosi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk tidak hanya mengandalkan keberadaan di warung dan toko, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui media komunikasi yang lebih beragam.
Mahasiswa KKN Undip berharap pendampingan tersebut dapat membantu Ibu Sundini mempertahankan keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat posisi produk keripik pisang sebagai salah satu produk lokal Desa Tegalsari Timur.
“Perjalanan usaha yang dimulai dari produksi rumahan pada 2007 menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk terus berkembang apabila didukung pengelolaan dan pemasaran yang sesuai dengan perubahan kebutuhan konsumen,” tutup Nabila Kalisha Azzahra.
Melalui penguatan branding dan komunikasi pemasaran, keripik pisang Ibu Sundini diharapkan semakin mudah dikenali, memiliki identitas produk yang lebih kuat, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Penulis: Nabila Kalisha Azzahra
Editor: Azis



