Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa Desa Majasto Ubah Tutup Botol Bekas Menjadi Keychain Kreatif
Jatengx.com, Sukoharjo — Kelompok Sosial Kemasyarakatan (Soshum) KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2025/2026 melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan pembuatan keychain dari tutup botol bekas bagi siswa sekolah dasar di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Mengusung tema “Kreatif, Peduli Lingkungan, dan Cinta Desa: Membuat Keychain dari Tutup Botol Bekas”, kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas anak melalui pemanfaatan barang bekas.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, dampak membuang sampah sembarangan, serta penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Setelah itu, siswa diajak mempraktikkan pembuatan keychain secara berkelompok dengan pendampingan mahasiswa KKN dan guru.
Tutup botol bekas yang telah dikumpulkan dan dibersihkan kemudian dihias menggunakan bahan pendukung yang aman dan mudah digunakan. Siswa diberi kesempatan untuk menentukan desain, merangkai bahan, hingga menyelesaikan produk secara kreatif. Kegiatan tidak hanya menekankan hasil kerajinan, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, keterampilan motorik, serta kemampuan bekerja sama.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Desa Majasto sebagai desa wisata. Desa Majasto memiliki sejumlah potensi wisata, salah satunya Wisata Religi Bumi Arum yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan religi. Melalui pembuatan keychain, siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk kreatif yang sekaligus berpotensi menjadi cendera mata sederhana untuk merepresentasikan identitas desa.
“Anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan mudah dipraktikkan, kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Adam Al Fikri.
Melalui kegiatan yang berlangsung pada Kamis, (6/8), siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga terbiasa menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Kegiatan ini turut mendorong kepercayaan diri siswa melalui apresiasi terhadap karya yang mereka hasilkan serta mengenalkan hubungan antara kreativitas, lingkungan, dan potensi wisata desa.
Program tersebut juga mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang kreatif dan kontekstual. Lalu, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengenalan potensi dan identitas Desa Majasto sebagai desa wisata.
Selain itu, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali tutup botol bekas; SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran terhadap pengurangan sampah;
Serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa, sekolah, guru, siswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi. Siswa didorong untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah maupun sekolah serta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan teman-temannya.
“Harapannya, siswa tidak hanya membawa pulang keychain, tetapi juga membawa kebiasaan baru untuk mengurangi sampah dan memanfaatkan barang bekas. Dari kegiatan sederhana ini, mereka dapat belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan,” ujar mahasiswa KKN.
Melalui program ini, Kelompok Soshum KKN Tim II UNDIP berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah, kreativitas, dan pengenalan potensi pariwisata dapat berjalan beriringan. Anak-anak Desa Majasto diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki rasa bangga terhadap potensi desanya.
Penulis: Adam Al Fikri, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Kelompok Soshum
Editor: Azis



