Origami beri pesan-pesan hasil karya siswa ditunjukkan mahasiswa KKN UNDIP
Jatengx.com, Sragen- Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Kelompok 9 dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Edukasi Budaya Jepang: Origami dan Prinsip 5S bagi Siswa Sekolah Dasar” yang bertempat di SD Negeri 1 Kedawung dan SD Negeri 4 Kedawung, Desa Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 16 dan 22 Juli 2026.
Kegiatan ini yang berlangsung pada 16 & 22 Juli 2026, diinisiasi sebagai respons terhadap keterbatasan akses anak-anak di Desa Kedawung terhadap pengenalan budaya asing sebagai bagian dari wawasan global sejak dini, serta minimnya media pembelajaran kreatif dan interaktif di sekolah yang masih didominasi metode konvensional. Dengan menyasar siswa kelas 3 dan 4 sekolah dasar, program ini bertujuan memberikan edukasi budaya Jepang sekaligus penguatan karakter melalui media origami.
Selain origami, siswa juga diperkenalkan pada prinsip 5S, yaitu budaya kerja asal Jepang yang terdiri dari lima nilai: Seiri (ringkas, memilah barang yang diperlukan dan tidak diperlukan), Seiton (rapi, menata barang agar mudah ditemukan), Seiso (resik, menjaga kebersihan lingkungan sekitar), Seiketsu (rawat, menjaga standar kerapian dan kebersihan secara konsisten), serta Shitsuke (rajin, membiasakan diri disiplin menjalankan keempat prinsip sebelumnya).
Kelima nilai ini dikenalkan kepada siswa dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian, misalnya lewat kebiasaan merapikan alat tulis atau menjaga kebersihan kelas.
Penanggung jawab program, Alisha Sekar, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya Undip, merancang program ini agar dapat memberikan dampak jangka panjang bagi siswa, khususnya dalam membuka wawasan global sejak dini melalui pengenalan budaya asing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mengenalkan budaya Jepang, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Alisha Sekar selaku penanggung jawab program.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan sekilas budaya Jepang, mulai dari asal-usul origami hingga makna filosofis di balik beberapa bentuknya, sebagai pengantar sebelum praktik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung membuat origami, di mana di sela proses melipat disisipkan pesan-pesan ringan seputar hak dan kewajiban anak, misalnya origami tsuru (bangau) yang dikaitkan dengan pesan untuk menghargai hak orang lain.
Materi hak dan kewajiban anak ini turut dibawakan oleh Najwa Fauziah dari Fakultas Hukum Undip, hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Bahasa dan Kebudayaan Jepang dan Ilmu Hukum. Siswa tampak sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Pihak sekolah menyambut baik kontribusi para mahasiswa, mengingat program ini turut membantu menghadirkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif bagi siswa.
Sebagai luaran kegiatan, seluruh hasil karya origami siswa ditempel dan disusun menjadi mading kreatif di masing-masing sekolah, sehingga dapat terus menjadi media pengenalan budaya Jepang sekaligus pengingat nilai-nilai karakter dalam keseharian siswa. Acara ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah dengan pihak sekolah.
Reporter: Alisha Sekar, Mahasiswa KKN Reguler Tim II Kelompok 9 Desa Kedawung, Kabupaten Sragen
Editor: Azis



