Mahasiswa KKN Undip serahkan modul sahabat kauman kepada perwakilan guru sekolah dasar
Jatengx.com, Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan konsep klasifikasi data kepada siswa sekolah dasar di Desa Kauman, Kabupaten Boyolali. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital sejak dini di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.
Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman melalui modul pembelajaran bertajuk “SAHABAT KAUMAN: Sahabat Belajar Literasi Digital untuk Harapan Masa Depan Siswa Desa Kauman”.
Modul tersebut disusun mahasiswa KKN-R Tim II Undip sebagai media pembelajaran literasi digital. Salah satu materi yang diperkenalkan di dalamnya adalah klasifikasi data, konsep yang menjadi bagian penting dalam cara kerja berbagai sistem berbasis teknologi dan AI.
Klasifikasi data merupakan proses pengelompokan informasi ke dalam kategori tertentu berdasarkan pola yang telah dipelajari oleh suatu sistem. Konsep tersebut sebenarnya telah dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, meskipun penggunaannya sering kali tidak disadari.
Sistem rekomendasi video, filter spam pada surat elektronik, rekomendasi produk di toko daring, hingga sejumlah sistem pendeteksi penyakit merupakan contoh teknologi yang memanfaatkan pengolahan dan klasifikasi data.
“Anak-anak sebenarnya sudah berinteraksi dengan sistem klasifikasi setiap hari, seperti saat algoritma memilih video yang mereka tonton. Kami ingin mereka mulai sadar bahwa ada proses di balik teknologi itu, dan data yang mereka berikan turut memengaruhi hasilnya,” ujar Zahra, mahasiswa KKN-R Tim II Undip.
Menurut Zahra, pengenalan konsep tersebut sejak usia sekolah penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga diharapkan mampu memahami secara sederhana bagaimana data dapat diproses dan memengaruhi hasil yang diberikan oleh sebuah sistem.
“Memahami klasifikasi data sejak dini penting agar siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis tentang bagaimana data yang mereka masukkan ke dalam sistem dapat memengaruhi keputusan yang dihasilkan,” jelas Zahra.
Materi klasifikasi data dalam modul disusun dengan pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Dengan demikian, konsep teknologi yang cukup kompleks dapat diperkenalkan melalui contoh-contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Penyusunan modul tersebut tidak hanya ditujukan untuk digunakan oleh siswa. Sebagai bentuk keberlanjutan program, modul diserahkan kepada pihak SDN Kauman pada (14/8/2026).
Selanjutnya, modul juga diserahkan kepada perpustakaan desa pada (17/8) agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dan pembelajaran literasi digital bagi masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan literasi digital sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini berkaitan dengan SDGs poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui pengenalan perkembangan teknologi kepada generasi muda di wilayah perdesaan.
Melalui pengenalan klasifikasi data, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap siswa Desa Kauman dapat memahami bahwa teknologi yang mereka gunakan sehari-hari tidak bekerja secara ajaib. Ada data dan proses tertentu yang memengaruhi hasil yang ditampilkan oleh sistem.
Pemahaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami penggunaan data, dan bertanggung jawab ketika berinteraksi dengan berbagai sistem digital.
Penulis: Zahra, Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro
Editor: Azis



