
Banjarnegara, 21 Agustus 2026 — Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memasang papan edukasi pengelolaan sampah dan 20 reflektor jalan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap persoalan sampah yang masih ditemukan di sejumlah titik serta keterbatasan penerangan pada ruas jalan menuju Dusun Legok Langkir.
Sampah masih ditemukan di sejumlah titik sepanjang jalan penghubung Dusun Susukan dan Dusun Simpar. Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah warga, jenis sampah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari popok atau pampers bekas, botol air mineral, botol susu, hingga kemasan styrofoam. Sampah popok menjadi salah satu jenis yang cukup sering ditemukan. Salah seorang warga mengaku pernah melihat langsung pengguna jalan membuang popok bekas di ruas jalan tersebut.
“Kadang saya lihat sendiri, Mas, ada orang pakai motor membuang pampers bekas di jalan. Itu bukan warga sini,” ujarnya.
Sebagai respons terhadap persoalan tersebut, mahasiswa KKN UMP melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat serta memasang papan edukasi di salah satu titik Jalan Dusun Susukan yang berada dekat dengan permukiman warga. Lokasi tersebut dipilih agar papan mudah dilihat oleh masyarakat dan pengguna jalan serta dapat dipantau oleh warga setempat. Papan edukasi memuat informasi mengenai perkiraan waktu penguraian berbagai jenis sampah, disertai pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Pemasangan papan diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Mahasiswa KKN UMP bersama Karang Taruna memasang papan edukasi yang memuat informasi mengenai perkiraan waktu terurainya berbagai jenis sampah di Jalan Dusun Susukan, Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Sementara itu, persoalan keselamatan jalan ditemukan di Dusun Legok Langkir yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Dusun Susukan. Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut melintasi kawasan hutan dan lahan pertanian warga dengan kondisi penerangan yang masih terbatas. Pada malam hari, minimnya penerangan membuat jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas, terutama pada ruas jalan yang melewati kawasan tanpa permukiman. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN UMP karena pengguna jalan membutuhkan penanda yang dapat membantu mengenali keberadaan dan batas ruas jalan saat melintas pada malam hari.
Sebagai upaya memberikan penanda visual tambahan, mahasiswa KKN UMP memasang reflektor pada 20 titik di sepanjang ruas jalan Dusun Legok Langkir. Titik pemasangan dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan akan penanda yang mudah dikenali oleh pengguna jalan. Material reflektif pada perangkat tersebut memanfaatkan sorotan lampu kendaraan untuk menghasilkan pantulan cahaya yang dapat terlihat dari arah kendaraan yang datang. Pantulan tersebut membantu pengendara mengenali keberadaan dan batas jalan saat melintas pada malam hari. Pemasangan ini diharapkan dapat memberikan petunjuk visual tambahan sehingga pengguna jalan lebih mudah mengenali arah dan batas ruas jalan ketika berkendara pada malam hari.
Program reflektor jalan mulai dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 dan disosialisasikan secara nonformal kepada masyarakat, khususnya warga Dusun Legok Langkir, pada 6 Agustus 2026. Setelah tahap persiapan dan sosialisasi, pemasangan dilakukan pada 19 Agustus 2026 di beberapa titik sepanjang jalan menuju Dusun Legok Langkir. Sebelum pemasangan, mahasiswa KKN UMP melakukan pengamatan untuk menentukan titik yang membutuhkan reflektor. Sebanyak 20 reflektor kemudian dipasang dengan melibatkan sebagian anggota Karang Taruna setempat.
Mahasiswa KKN UMP bersama Karang Taruna memasang 20 reflektor sebagai penanda visual tambahan di sepanjang jalan menuju Dusun Legok Langkir, Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Hasil dari kegiatan tersebut ditunjukkan dengan terpasangnya papan edukasi di Jalan Dusun Susukan dan 20 reflektor di sepanjang jalan menuju Dusun Legok Langkir. Papan edukasi dapat digunakan oleh masyarakat dan pengguna jalan sebagai media informasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah sekaligus menjadi pengingat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, reflektor yang terpasang pada titik-titik yang telah ditentukan dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga memberikan penanda visual bagi pengguna jalan pada malam hari.
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dipasang. Papan edukasi di Jalan Dusun Susukan dapat tetap dimanfaatkan sebagai media pengingat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sedangkan reflektor jalan diharapkan tetap terawat dan berfungsi sebagai penanda visual bagi pengguna jalan pada malam hari. Keterlibatan warga dan Karang Taruna dalam menjaga fasilitas tersebut menjadi bagian penting agar manfaat dari program dapat terus dirasakan setelah kegiatan KKN UMP berakhir.
Bagi mahasiswa KKN UMP, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk terlibat secara langsung dalam melihat dan membantu menangani persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. Keterlibatan warga dan Karang Taruna dalam pelaksanaan program juga menunjukkan adanya dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan. Melalui langkah sederhana tersebut, mahasiswa berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman.



