
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga mengadakan serangkaian program kerja berbasis target SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai bentuk kontribusi di daerah tersebut. Program kerja yang dilaksanakan mencakup pengolahan sampah organik dengan inovasi komposter galon bekas, pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian vektor nyamuk, serta kontribusi pada pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu. Setiap rangkaian kegiatan dilakukan dengan target SDGs, yaitu Responsible Consumption and Production (SDGs 12) dan Good Health and Well-being (SDGs 3). Dengan mengangkat tujuan SDGs, mahasiswa KKN berupaya untuk memberi dampak yang berkelanjutan kepada masyarakat untuk mendukung kesehatan lingkungan dan warga.
Pengelolaan Sampah Organik melalui Komposter Galon Bekas
Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, mahasiswa KKN-R mengadakan sosialisasi program kerja multidisiplin 1 dengan tema pengelolaan sampah organik dengan inovasi komposter galon bekas yang merupakan bentuk implementasi target SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Sosialisasi bertempat di Kelurahan Kauman Kidul dan dihadiri oleh Ibu PKK.
Berjalannya sosialisasi dimulai dengan penyampaian materi pentingnya pengelolaan sampah dan dampak sampah serta data pendukungnya secara kuantitatif yang disajikan secara visual dengan media edukasi berupa infografis yang disusun dan dipresentasikan oleh Cen Cen Nilam Sari yang merupakan mahasiswi program studi Antropologi Sosial dan Leony Sitompul, mahasiswi Statistika. Setelah dilakukan pemaparan materi umum, dilakukan demonstrasi pembuatan komposter galon bekas oleh Try Nanda, mahasiswi Biologi dan Kirana Diwangsassri. Penggunaan galon bekas dipergunakan sebagai bentuk solusi pengelolaan sampah organik dari rumah tangga yang tidak membutuhkan lahan dalam proses pengomposannya dan cukup mudah untuk diterapkan di rumah. Selain adanya demonstrasi, prosedur pembuatan komposter galon bekas telah divisualisasikan dalam media cetak pamflet yang dirancang dan disebarkan pada Ibu PKK yang hadir pada sosialisasi.
Setelah dilakukan demonstrasi, sebanyak delapan unit komposter didistribusikan kepada setiap RW di Kelurahan Kauman Kidul agar dapat dipergunakan sebagai contoh dan digunakan sebagai sarana pengelolaan sampah organik di setiap RW. Pendistribusian unit komposter berlangsung dengan pembagian larutan aktivator untuk pengomposan, yaitu EM4. Dengan adanya program kerja ini, mahasiswa KKN berharap agar masyarakat dapat menumbuhkan kebiasaan untuk mengelola sampah organik secara mandiri.
Pengendalian Vektor Nyamuk melalui Pembuatan Spray Anti Nyamuk Berbasis Serai
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga mengadakan sosialisasi dan edukasi bahaya jentik nyamuk dan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sosialisasi ini diadakan sebagai salah satu bentuk program kerja multidisiplin yang mengangkat isu pencegahan keberadaan jentik nyamuk dan penyakit DBD melalui pemanfaatan bahan alami, yaitu serai. Program diadakan pada hari Jumat, 24 Juli 2026 di Balai RW 04, Kelurahan Kauman Kidul. Program ini terwujud karena hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Reguler dan Kelurahan Siaga.
Kelurahan Siaga mengadakan kegiatan ‘grebeg jentik’ untuk mencari dan memberantas jentik nyamuk yang terdapat pada lingkungan warga. Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa KKN guna mengobservasi karakteristik wadah tempat berkembangnya jentik nyamuk. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa jentik nyamuk umumnya berada di genangan air dalam media berbeda-beda. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk menawarkan solusi sederhana yang dapat dilakukan sendiri di rumah, yaitu spray anti nyamuk herbal yang terbuat dari serai.
Berjalannya kegiatan dimulai dengan grebeg jentik pada Kawasan RW 04 yang dilakukan oleh KelSi dan mahasiswa KKN. Kemudian, sosialisasi materi mengenai bahaya jentik nyamuk diisi oleh Naufal Ali dari program studi Psikologi dengan memaparkan infografis. Infografis yang dipaparkan berisi tentang jentik nyamuk dan karakteristiknya yang disusun oleh Naufal Ali dan Cen Cen Nilam Sari yang merupakan mahasiswi program studi Antropologi Sosial, dampak yang terjadi serta data pendukungnya secara kuantitatif yang disajikan secara visual oleh Leony Sitompul, mahasiswi Statistika. Selain itu, terdapat materi aturan upaya pencegahan jentik nyamuk yang disusun oleh Yanendra Brahmandika, mahasiswa program studi Hukum. Dari materi yang disusun, solusi ditunjukkan berupa spray anti nyamuk berbahan serai. Solusi tersebut juga didukung dengan perbandingan biaya dengan solusi lain yang dipaparkan oleh Realita Raeliana, mahasiswi Akuntansi. Infografis tersebut diserahkan pada balai RW 04 agar dapat menjadi media yang dibaca oleh khalayak umum.
Setelah dilakukan pemaparan materi umum, dilakukan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk herbal oleh Try Nanda, mahasiswi Biologi. Saat demonstrasi dijelaskan alasan penggunaan serai sebagai bahan utama, yaitu karena kandungan serai yang memiliki aroma dan efektivitas dalam pengusiran nyamuk. Selain adanya demonstrasi, prosedur pembuatan spray juga divisualisasikan dalam media cetak pamflet yang dirancang oleh Kirana Diwangsassri, mahasiswi Teknik Industri. Pamflet tersebut kemudian disebarkan pada KelSi yang hadir pada sosialisasi tersebut.
Program berlangsung dengan sesi tanya jawab pada saat pemaparan, pembagian produk spray anti nyamuk kepada para peserta, serta sesi foto Bersama untuk menutup acara. Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berharap warga semakin sadar akan bahayanya jentik nyamuk dan dampak tercipta serta pentingnya pemberantasan jentik nyamuk dan pencegahan DBD dengan memanfaatkan bahan alami di rumah. Program ini juga sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SGDs 3 mengenai Good Health and Well-Being melalui upaya pencegahan penyakit DBD.
Mahasiswa KKN Berpartisipasi dalam Integrasi Layanan Primer Posyandu
Keterlibatan mahasiswa KKN tidak berhenti di program multidisiplin saja. Mereka juga turun tangan langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya dengan mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu, sebuah kontribusi yang sejalan dengan semangat SDG 3 untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera bagi semua kalangan usia.
Mahasiswa KKN berperan dalam membantu proses pendataan dan pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan. Layanan yang diberikan menjangkau hampir semua kelompok usia, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, hingga warga plansia, dengan mendata sejumlah indikator kesehatan yang dicatat meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, tinggi dan berat badan, lingkar perut, hingga lingkar lengan. Mahasiswa memastikan setiap hasil pemeriksaan terdokumentasi secara lengkap sesuai data yang disampaikan oleh petugas kesehatan setempat.Data yang tercatat rapi menjadi bekal untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memberi mahasiswa pengalaman berharga tentang bagaimana layanan kesehatan berbasis masyarakat sesungguhnya berjalan.
Rangkaian kegiatan KKN ini tidak semata bertujuan menuntaskan daftar program kerja, melainkan menumbuhkan kesadaran dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dari pengelolaan sampah rumah tangga, pengendalian vektor nyamuk, hingga dukungan pelayanan kesehatan. Pada akhirnya, keberlanjutan manfaat ini bergantung pada kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, kader, dan masyarakat, sehingga nilai-nilai SDGs tidak lagi sekadar cita-cita, melainkan benar-benar terealisasi dalam praktik keseharian masyarakat Kelurahan Kauman Kidul.
Penulis: Leony Sitompul



