Mahasiswa bersama peserta berfoto seusai kegiatan edukasi Panduan Pengelolaan Dokumen Pribadi bagi Calon PMI/PMI
Jaga Dokumen, Lindungi Data: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Jungsemi tentang Pengelolaan Dokumen Pribadi bagi PMI
Jatengx.com, Kendal — Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar warganya bekerja atau pernah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Namun, di balik banyaknya warga yang menggantungkan penghasilan dari bekerja di luar negeri, pengelolaan dokumen pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, paspor, hingga perjanjian kerja masih kerap dilakukan tanpa memperhatikan aspek keamanan dan tanpa disertai salinan cadangan yang memadai.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang bagi Rasya Sahnata, mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), untuk menggelar sosialisasi bertajuk “Panduan Pengelolaan Dokumen Pribadi bagi Calon PMI/PMI” dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Undip 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (10/8), di Desa Jungsemi, dengan sasaran utama calon PMI, mantan PMI, dan keluarga PMI.
“Selama ini, dokumen pribadi kerap dianggap sebagai berkas biasa yang cukup disimpan begitu saja di rumah. Padahal, bagi warga yang akan, sedang, maupun pernah bekerja di luar negeri, dokumen tersebut memiliki peran penting pada berbagai tahap, mulai dari proses pendaftaran dan keberangkatan, selama bekerja di negara penempatan, saat menghadapi keadaan darurat, hingga setelah kembali ke Indonesia,” jelas Rasya Sahnata
Dokumen pribadi merupakan catatan yang sangat penting dan merekat pada diri seseorang. Kesalahan sekecil apa pun, seperti dokumen yang hilang, rusak, atau tidak memiliki salinan cadangan, berpotensi menghambat proses administrasi, bahkan menyulitkan penanganan apabila terjadi masalah selama bekerja di luar negeri.
Berangkat dari persoalan tersebut, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga Desa Jungsemi mengenai pentingnya mengelola dokumen pribadi secara lengkap, aman, dan mudah ditemukan, serta memiliki salinan digital sebagai langkah antisipasi apabila dokumen fisik hilang atau rusak.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali calon PMI beserta keluarganya dengan langkah-langkah konkret dalam menjaga keamanan data pribadi, sehingga risiko penyalahgunaan identitas maupun kerugian akibat kehilangan dokumen dapat diminimalkan sejak sebelum keberangkatan.

Dalam pelaksanaannya, Rasya Sahnata menyampaikan materi sosialisasi disampaikan secara menyeluruh, mencakup daftar dokumen penting yang umumnya perlu dipersiapkan calon PMI, tata cara menyimpan dokumen fisik agar tidak mudah rusak atau hilang, langkah pembuatan dan pengamanan salinan digital, hal-hal yang harus dihindari agar dokumen dan data pribadi tidak disalahgunakan, langkah yang perlu diambil apabila dokumen hilang, serta sejumlah tips praktis yang dapat diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai media pendukung, Rasya turut membagikan leaflet cetak berjudul “Panduan Pengelolaan Dokumen Pribadi bagi Calon PMI/PMI” kepada seluruh peserta, agar informasi yang disampaikan dapat dipelajari dan diterapkan kembali secara mandiri di rumah masing-masing.
Program sosialisasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya pada aspek perlindungan hak-hak pekerja migran dan penciptaan kondisi kerja yang aman bagi seluruh pekerja.
Dengan mengelola dokumen pribadi secara tertib, aman, dan memiliki salinan cadangan, calon PMI diharapkan lebih siap menghadapi proses administrasi maupun keadaan darurat, sehingga hak-haknya sebagai pekerja migran dapat lebih terjamin sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Melalui sosialisasi ini, Rasya berharap warga Desa Jungsemi, baik calon PMI, PMI aktif, mantan PMI, maupun keluarganya, dapat membiasakan diri mengelola dokumen pribadi secara tertib dan berkelanjutan. Kesadaran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya melindungi diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih aman.
Penulis: Rasya Sahnata
Editor: Azis



