
Jatengx.com, Semarang – Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan guna mencegah bencana banjir terus dilakukan di lingkungan sekolah dasar. Salah satu bentuk aksi nyata diwujudkan melalui kegiatan penanaman bibit pohon dan gerakan bersih lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa magang kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 sebagai bentuk edukasi lingkungan sejak dini.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tentang banjir yang disertai aksi peduli lingkungan berupa penanaman bibit pohon dan gerakan bersih lingkungan di SD Negeri Sendangguwo 02.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa magang kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 sebagai bentuk edukasi sekaligus aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Mahasiswa yang melaksanakan magang kependidikan yaitu, Aura Syifa Qolbi, Ayu Maulina Salsabila, Benedicta Anggita Galuh A., Bidariyanti, Kennya Tristyan Fibiyani, Kharisma Maulidia, Muhammad Rizky Trinova, Mustaufiyanida, Niken Atindriya P., Salma Faiz Asy Syifa, Syams Aris Ibrahim, Umi Farikah, dan Zidan Luthfil Hilmi.
Kegiatan diawali dengan persiapan peserta dan pembukaan, dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai bencana banjir yang mencakup pengertian, penyebab, dampak, serta upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi kuis interaktif.
Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti kegiatan inti. Siswa kelas 4, 5, dan 6 melaksanakan penanaman bibit pohon di halaman sekolah sebagai upaya penghijauan yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir. Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 melakukan kegiatan membersihkan lingkungan sekolah dengan memungut sampah dan menjaga kebersihan area sekitar.
Selama kegiatan berlangsung, siswa berperan aktif dalam proses penanaman bibit pohon serta kegiatan membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya mitigasi bencana banjir sejak dini.
Penanaman bibit pohon dewadaru sejumlah 8 bibit dan kawista sejumlah 4 bibit dilakukan di area sekitar sekolah sebagai langkah penghijauan yang diharapkan mampu menyerap air dan mengurangi risiko genangan saat musim hujan. Selain itu, kegiatan bersih lingkungan juga dilakukan dengan membersihkan sampah di halaman sekolah dan saluran air agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memicu banjir.
Salah satu mahasiswa magang, Aura Syifa Qolbi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam mencegah bencana banjir,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari menanam pohon hingga membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama.
Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Rizky Trinova yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga melatih siswa untuk berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Keterlibatan langsung ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sejak dini serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
Kegiatan diakhiri dengan pengumpulan alat, perapian area kegiatan, serta penutupan dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori tentang bencana banjir, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, hijau, dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih hijau, bersih, dan nyaman. Selain itu, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan juga dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat menghadirkan inovasi edukatif yang berdampak positif. Kedepan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang sehat serta mengurangi risiko terjadinya bencana banjir.
Editor: Azis



