Mahasiswa serahkan dokumen pencatatan biaya kegiatan light trap kepada perwakilan masyarakat
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi S1 Akuntansi turut mendukung kegiatan pengendalian hama di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Dukungan dilakukan melalui pencatatan biaya pembuatan Light Trap sebagai bahan perencanaan pengembangan program kelompok tani.
Dalam kegiatan pada Minggu (9/8) tersebut, mahasiswa KKN bersama kelompok membuat tiga unit Light Trap yang akan digunakan untuk membantu pengendalian hama di lahan pertanian. Light Trap menjadi salah satu sarana yang diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan pengendalian hama di Desa Turus.
Mahasiswa S1 Akuntansi berperan dalam mencatat dan merekap biaya yang digunakan selama pembuatan Light Trap. Biaya dikelompokkan berdasarkan kebutuhan struktur, kelistrikan, serta alat dan bahan pendukung agar pengeluaran dapat tercatat secara lebih teratur.
Hasil pencatatan menunjukkan bahwa pembuatan tiga unit Light Trap membutuhkan biaya sebesar Rp310.000. Dengan demikian, rata-rata biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp103.333 per unit.
Rekapitulasi biaya tersebut disusun sebagai dokumentasi sekaligus menjadi gambaran kebutuhan anggaran apabila kelompok tani ingin menambah jumlah Light Trap atau mengembangkan sarana pengendalian hama lainnya.
Dalam pencatatannya, mahasiswa juga menyesuaikan dengan kondisi pengadaan bahan di lapangan. Beberapa alat dan bahan digunakan secara bersama untuk pembuatan seluruh unit sehingga biaya per unit dihitung berdasarkan rata-rata dari total pengeluaran, bukan sebagai rincian biaya material untuk setiap unit.
Pencatatan sederhana ini diharapkan dapat membantu kelompok tani mengetahui kebutuhan biaya secara lebih jelas tanpa menambah beban administrasi yang rumit. Data tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun anggaran dan merencanakan pengembangan kegiatan pengendalian hama di Desa Turus.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip turut menerapkan ilmu akuntansi dalam kegiatan pertanian masyarakat. Pencatatan biaya yang sederhana dan terstruktur diharapkan dapat mendukung pengelolaan program kelompok tani secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Penulis: Johannes Ramot H Butar
Program Studi: S1 Akuntansi, Universitas Diponegoro
Kegiatan: KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026
Editor: Azis



