Mahasiswa KKN Undip memberikan pendampingan pencatatan keuangan kepada pelaku UMKM di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi S1 Akuntansi memberikan pendampingan pencatatan keuangan kepada pelaku UMKM di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Pendampingan dilakukan melalui SIPAKU (Sistem Pencatatan Keuangan UMKM) di Juna Bakery pada Senin (20/7) dan Devi Snack pada Rabu (22/7).
Program SIPAKU digagas oleh Johannes Ramot H Butar, mahasiswa S1 Akuntansi Undip, untuk membantu pelaku UMKM mencatat keuangan usaha dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui SIPAKU, pelaku UMKM belajar mencatat transaksi, mengelompokkan pemasukan dan pengeluaran, memantau saldo kas, serta membuat laporan keuangan sederhana berupa laporan laba rugi dan arus kas.
Pendampingan dilakukan secara langsung dan individual dengan menggunakan transaksi nyata dari masing-masing usaha. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai cara kerja SIPAKU, kemudian dilanjutkan dengan praktik pencatatan. Mahasiswa juga membantu pelaku usaha menentukan kategori pemasukan dan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Pemilik Juna Bakery yang juga merupakan Ketua Kelompok UMKM Desa Turus memberikan tanggapan positif terhadap metode tersebut. Menurutnya, pencatatan melalui SIPAKU lebih mudah dipahami dan diterapkan dibandingkan metode pencatatan yang pernah diperoleh sebelumnya.
Selain menggunakan pencatatan manual, SIPAKU juga dikembangkan dalam bentuk Google Spreadsheet. Sistem digital tersebut dapat diakses melalui telepon genggam maupun komputer dan dilengkapi perhitungan saldo serta rekapitulasi secara otomatis. Sementara itu, pencatatan manual tetap diperkenalkan sebagai cara dasar yang dapat digunakan sesuai fasilitas yang dimiliki pelaku UMKM.

Dari pendampingan di Juna Bakery dan Devi Snack, pelaku usaha dapat mempraktikkan pencatatan transaksi hingga menyusun laporan laba rugi dan arus kas sederhana. Pendekatan secara individual juga memungkinkan mahasiswa menyesuaikan pendampingan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa KKN menyusun modul SIPAKU yang berisi panduan penggunaan sistem dan dasar-dasar pencatatan keuangan. Modul tersebut diberikan kepada pemilik Juna Bakery yang juga menjadi Ketua Kelompok UMKM Desa Turus agar dapat digunakan sebagai referensi dan dibagikan kepada pelaku UMKM lainnya.
Melalui SIPAKU, mahasiswa KKN Undip berharap pelaku UMKM di Desa Turus semakin terbiasa mencatat keuangan usaha secara teratur. Pencatatan yang sederhana dan konsisten diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan serta menjadi dasar dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan usahanya.
Penulis: Johannes Ramot H Butar
Program Studi: S1 Akuntansi, Universitas Diponegoro
Kegiatan: KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026
Editor: Azis



