
Jatengx.com, Klaten — Pengendalian hama menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani dalam menjaga produktivitas tanaman padi. Untuk mengenalkan alternatif pengendalian yang dapat diterapkan di lahan pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, melaksanakan rangkaian kegiatan bersama kelompok tani.
Kegiatan tersebut meliputi pembuatan dan pemasangan light trap, penanaman bunga Zinnia sebagai tanaman refugia, serta pembuatan pestisida nabati berbahan serai wangi dan bawang putih.
Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan berbagai pilihan pengendalian hama yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Light trap digunakan sebagai salah satu sarana untuk membantu memantau dan menangkap serangga hama yang tertarik terhadap cahaya. Sementara itu, bunga Zinnia ditanam sebagai tanaman refugia yang dapat menyediakan habitat dan sumber makanan bagi organisme yang berperan sebagai musuh alami hama.
Alternatif lainnya diperkenalkan melalui pembuatan pestisida nabati dari bahan yang relatif mudah ditemukan, yakni serai wangi dan bawang putih. Penggunaan bahan alami tersebut menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan hama di lahan pertanian.
Tidak hanya terlibat dalam rangkaian kegiatan di lapangan, Ammara Khashi Samira, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, turut berperan dalam mengelola informasi mengenai pengendalian hama yang diperkenalkan kepada kelompok tani.
Peran tersebut diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan informasi melalui observasi dan diskusi bersama kelompok tani. Informasi yang diperoleh dari berbagai kegiatan kemudian dihimpun, diperiksa, dan disusun kembali agar lebih mudah dipahami.
Hasilnya dituangkan dalam bentuk leaflet yang memuat informasi mengenai light trap, pestisida nabati, dan tanaman refugia. Materi disajikan secara ringkas dan sistematis sehingga dapat digunakan sebagai bahan informasi oleh kelompok tani.
“Informasi dari setiap kegiatan tidak hanya disampaikan saat praktik berlangsung, tetapi juga perlu dikemas agar dapat dibaca dan digunakan kembali oleh kelompok tani. Karena itu, informasi mengenai light trap, pestisida nabati, dan tanaman refugia dirangkum dalam leaflet dengan bahasa yang lebih sederhana,” ujar Ammara.

Leaflet tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Desa Turus sebagai luaran kegiatan. Penyerahan ini diharapkan membuat informasi yang telah dihimpun selama program tetap dapat dimanfaatkan meskipun mahasiswa KKN telah menyelesaikan kegiatan di desa.
Bagi kelompok tani, pengenalan berbagai metode pengendalian hama memberikan tambahan informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengelola lahan pertanian.
Mahasiswa KKN tidak menempatkan satu metode sebagai satu-satunya solusi, melainkan mengenalkan beberapa alternatif yang dapat disesuaikan dengan kondisi pertanian dan kebutuhan petani.
“Harapannya, kelompok tani memiliki tambahan referensi mengenai cara pengendalian hama yang bisa dipertimbangkan sesuai kondisi di lapangan. Leaflet yang diberikan juga dapat menjadi pengingat ketika informasi tersebut kembali dibutuhkan,” kata Ammara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berupaya menggabungkan kegiatan praktik di lapangan dengan pengelolaan informasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Pengenalan light trap, tanaman refugia, dan pestisida nabati diharapkan tidak hanya menambah wawasan kelompok tani, tetapi juga membuka pilihan dalam pengelolaan hama tanaman padi di Desa Turus.
Penulis/Reporter: Ammara Khashi Samira
Editor: Azis



