
SRAGEN, 15 Agustus 2026 – Memastikan hak pendidikan dasar dan menengah terpenuhi bagi seluruh generasi muda pedesaan, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menggelar program kerja sosial kemasyarakatan (Sosmas) bertajuk “Sosialisasi Gerakan Kembali Bersekolah bagi Anak Tidak Sekolah (ATS)”. Kegiatan pendampingan dan edukasi sosial ini diselenggarakan di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Program sosial ini dirancang sebagai bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di tingkat pedesaan. Di banyak wilayah, faktor ekonomi, kurangnya motivasi, hingga keterbatasan akses informasi kerap menjadi alasan utama anak-anak terpaksa berhenti mengecap pendidikan formal. Melalui Gerakan Kembali Bersekolah ini, tim mahasiswa KKN Undip melakukan pemetaan data, pendekatan persuasif secara personal, hingga menyelenggarakan sosialisasi kepada orang tua dan tokoh masyarakat setempat mengenai pentingnya ijazah dan pendidikan bagi masa depan anak.
Keberhasilan terbesar dari pelaksanaan program kerja ini ditunjukkan dengan hasil nyata di lapangan. Melalui rangkaian pendekatan intensif, mediasi keluarga, serta pendampingan administrasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN, terdapat 1 orang Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Kedawung yang berhasil diadvokasi dan mendaftar kembali ke bangku sekolah. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa edukasi dan intervensi sosial yang dilakukan mampu memberikan dampak perubahan hidup yang substantif bagi warga desa.
Atikah Husna Khairunnisa, selaku perwakilan mahasiswa KKN Undip, menyatakan rasa syukur dan harunya atas capaian program ini. “Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk meraih cita-citanya melalui pendidikan. Keberhasilan mengembalikan salah satu adik kita di Desa Kedawung untuk kembali bersekolah adalah momentum berharga. Kami berharap langkah kecil ini dapat memicu semangat bagi anak-anak lain dan menyadarkan para orang tua akan krusialnya pendidikan formal maupun jalur kesetaraan,” ungkapnya di sela-sela penutupan program.
Pelaksanaan sosialisasi diisi dengan pemaparan mengenai opsi-opsi kelanjutan pendidikan, penyaluran bantuan informasi beasiswa, hingga edukasi mengenai pentingnya dukungan moral dari lingkungan keluarga. Para warga dan pengurus desa menyambut positif keberadaan program ini karena menyentuh langsung akar permasalahan sosial di desa mereka.
Rangkaian kegiatan “Gerakan Kembali Bersekolah” ini kemudian dipuncaki dengan aksi nyata melalui pendampingan pendaftaran bersama secara langsung di PKBM Handayani Sragen. Tim mahasiswa KKN Undip mendampingi anak tidak sekolah (ATS) tersebut mulai dari penyiapan berkas administrasi pendukung hingga penyelesaian proses pendaftaran jalur pendidikan kesetaraan di lokasi. Momen bersejarah ini menandai kembalinya hak akses pendidikan bagi sang anak, yang disambut haru dan antusias oleh seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini diakhiri secara resmi dengan sesi dokumentasi foto bersama antara tim mahasiswa KKN Undip, pengelola PKBM Handayani Sragen, serta anak tidak sekolah yang telah resmi terdaftar kembali.
Penulis/Reporter: Atikah Husna Khairunnisa
Instagram: @kkn_desakedawung



