Mahasiswa bantu kembangkan UMKM di Desa Babakan melalui pendampingan pemanfaatan teknologi
Jatengx.com, Pemalang – Seiring berkembangnya UMKM di Desa Babakan, pemanfaatan teknologi menjadi peluang untuk memperluas jangkauan dan mengembangkan usaha. Namun, sebagian pelaku UMKM masih menganggap teknologi rumit dan ragu untuk mempelajarinya.
Melalui program “Psikoedukasi Penguatan Motivasi dan Efikasi Diri dalam Pemanfaatan Teknologi untuk Pengembangan UMKM,” Aisyah Ambar Sari, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP), mengajak pelaku UMKM membangun motivasi dan keyakinan diri untuk mulai beradaptasi dengan teknologi.
Program ini merupakan bagian dari kelompok kerja multidisiplin “From Local to Global: Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi UMKM Desa Babakan menuju SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)” yang digagas oleh Kelompok Sosial Humaniora (Soshum) KKN Undip.
Kelompok ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, yaitu Zieda Imania Ramadani (FEB), Chandradevi Ardhanareswari (FH), Harlan Yazid Abdullah (FIB), Mohammad Rizky Aimany dan Fenita Wina Kirana (FISIP), Aisyah Ambar Sari (Fakultas Psikologi), serta Nasywa Athanindya Insyirra (Sekolah Vokasi).
Dengan membawa perspektif dan program kerja sesuai bidang masing-masing, seluruh anggota bersinergi dalam satu tujuan, yaitu memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan usaha di Desa Babakan.

Program ini berangkat dari masih terbatasnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan UMKM. Sebagian pelaku usaha memiliki produk potensial, tetapi masih ragu mengadopsi teknologi karena merasa kurang familiar atau tidak yakin dengan kemampuan diri.
Melalui psikoedukasi, Aisyah membahas manfaat teknologi, cara membangun persepsi positif, strategi meningkatkan motivasi dan efikasi diri, serta langkah sederhana untuk mulai mengintegrasikannya dalam usaha.Pemahaman yang dibangun melalui psikoedukasi kemudian diterjemahkan ke dalam praktik melalui program kerja anggota kelompok lainnya.
Pendampingan dilakukan melalui digitalisasi lokasi UMKM menggunakan Google Maps, pendaftaran NIB melalui OSS, penyediaan template pembukuan sederhana, implementasi QRIS, serta pelatihan Service Excellence berbasis konsep Omotenashi, sehingga pelaku UMKM dapat mulai mengintegrasikan teknologi sesuai kebutuhan usahanya. Rangkaian kegiatan ini membantu pelaku UMKM menerapkan teknologi secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha.
Salah satu warga sasaran, Ibu Daimah, pemilik warung makan di Desa Babakan, mengaku semakin memahami pentingnya teknologi sekaligus lebih yakin untuk mulai belajar.
“Saya merasa teknologi sekarang memang penting untuk membantu usaha. Awalnya saya merasa kurang yakin bisa menggunakannya karena sudah tidak muda lagi. Tapi setelah mendapat penjelasan, saya jadi tahu bahwa ternyata saya juga bisa belajar kalau ada kemauan. Saya ingin mencoba pelan-pelan, karena saya ingin warung ini semakin berkembang dan hasilnya bisa terus membantu keluarga,” ujar Ibu D.
Ia menilai pendampingan mahasiswa KKN membuatnya lebih termotivasi untuk mencoba dan memahami bahwa pemanfaatan teknologi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil sesuai kemampuan dan kebutuhan usahanya.
Aisyah berharap dengan adanya kegiatan tersebut, pelaku UMKM Desa Babakan tidak hanya memahami manfaat teknologi, tetapi juga memiliki motivasi dan keyakinan diri untuk mulai menggunakannya dalam usaha sehari-hari.
Dengan keberanian untuk mencoba dan belajar secara bertahap, teknologi diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan usaha dan mendukung perkembangan UMKM.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi KKN Undip dalam mendukung SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan kapasitas dan digitalisasi UMKM.
Penulis: Aisyah Ambar Sari
Fotografer: Zieda Imania Ramadani



