
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, Devyana Zalzabela dari Program Studi Statistika, mengajak ibu-ibu PKK Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, mengolah sampah plastik residu menjadi ecobrick. Program bertajuk “Pilah, Padat, Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Residu Menjadi Ecobrick” tersebut dilaksanakan di Balai Desa Klidang Wetan pada 9 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Multidisiplin 1 bertema “Pengelolaan Limbah Sampah sebagai Produk Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan”. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan pengelolaan sampah plastik residu rumah tangga yang sulit dimanfaatkan kembali, seperti bungkus makanan ringan, kemasan saset, bungkus mi instan, plastik tipis, dan kemasan multilapis.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah dan pengenalan ecobrick. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung, mulai dari membersihkan dan mengeringkan plastik, memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil, hingga memasukkannya ke dalam botol plastik dan memadatkannya.
Kepadatan ecobrick juga diperiksa melalui penimbangan untuk memastikan hasil yang lebih seragam. Selain praktik pembuatan, peserta diajak mengumpulkan botol plastik dan sampah residu rumah tangga serta melakukan pendataan terhadap jumlah ecobrick dan plastik yang digunakan, serta penyusunan leaflet panduan pembuatan ecobrick.
Pendekatan praktik langsung dipilih agar peserta tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah sampah plastik residu dengan peralatan sederhana yang tersedia di rumah. Luaran utama program adalah tersedianya satu set ecobrick dengan botol berukuran seragam. Ecobrick tersebut dipersiapkan sebagai bahan dasar pembuatan meja serbaguna atau ecotable dalam rangkaian program kolaboratif Multidisiplin 1. Dengan demikian, pengolahan sampah tidak berhenti pada proses pemadatan plastik, tetapi diarahkan hingga menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai guna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendorong kebiasaan untuk mulai memilah sampah dari sumbernya sekaligus mengenalkan alternatif pemanfaatan plastik residu yang sulit digunakan kembali. Keterlibatan ibu-ibu PKK diharapkan dapat membantu memperluas penerapan pengelolaan sampah rumah tangga secara sederhana dan berkelanjutan di Desa Klidang Wetan.
Program “Pilah, Padat, Berdaya” menjadi salah satu kontribusi KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Klidang Wetan dalam menghubungkan edukasi lingkungan dengan praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan sehari-hari. Selain menghasilkan ecobrik, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik residu masih dapat dikelola secara bertanggung jawab sebelum menjadi timbulan sampah.
Editor : Azis



