Nashwa Amelia Devi, melaksanakan program peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat di Kantor Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten
Jatengx.com, Klaten — Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, Nashwa Amelia Devi, melaksanakan program peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat di Kantor Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip tersebut menjalankan program yang berfokus pada penguatan sarana proteksi kebakaran dan penyediaan informasi keselamatan bagi perangkat desa.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kondisi alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di kantor desa. Dari hasil pemeriksaan ditemukan APAR yang telah melewati masa berlaku sehingga dilakukan pengisian ulang agar kembali siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
Selain itu, mahasiswa memasang tiga unit APAR jenis dry chemical powder berkapasitas 5 kilogram pada sejumlah titik strategis di lingkungan kantor desa. Penempatan APAR dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan akses dan visibilitas sehingga dapat segera digunakan saat dibutuhkan.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, mahasiswa juga memasang safety sign jalur evakuasi di beberapa lokasi. Rambu tersebut berfungsi memberikan petunjuk arah keluar ketika terjadi kondisi darurat sehingga memudahkan proses evakuasi.
Tidak hanya menyediakan sarana fisik, program ini juga dilengkapi dengan media edukasi berupa poster tata cara penggunaan APAR. Poster tersebut memuat langkah-langkah sederhana penggunaan alat pemadam sebagai panduan bagi perangkat desa dalam melakukan penanganan awal kebakaran.
Nashwa menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesiapan perangkat desa dalam menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja.
“Harapannya, setelah adanya APAR yang sudah diperiksa dan dipasang, jalur evakuasi, serta media edukasi ini, perangkat desa dapat lebih siap dalam menghadapi keadaan darurat dan mengetahui tindakan awal yang harus dilakukan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Kantor Desa Bolali kini memiliki sarana keselamatan yang lebih memadai, mulai dari APAR yang telah diperiksa dan diisi ulang, tambahan tiga unit APAR baru, jalur evakuasi yang lebih jelas, hingga media edukasi keselamatan yang mudah diakses.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui upaya pencegahan risiko kebakaran dan peningkatan keselamatan di lingkungan kerja.
Program dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undip, yakni Hega Bintang Pratama Putra, S.T.P., M.Sc., Pramesti Megayana, S.P., M.Sc., Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., dan Dr. Putut Suharso, S.Sos., M.A.
Melalui penguatan sarana keselamatan tersebut, mahasiswa berharap Kantor Desa Bolali dapat menjadi lingkungan kerja yang lebih aman, tertib, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Penulis: Nashwa Amelia Devi
Editor: Azis



