Mahasiswa berfoto bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Puron seusai edukasi aquaponik untuk menjaga ketahanan pangan
Jatengx.com, Sukoharjo —Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program kerja sosialisasi dan pembuatan sistem aquaponik bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Puron, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan di demplot KWT setempat dan diikuti oleh 29 ibu-ibu anggota kelompok.
Aquaponik merupakan sistem budi daya yang memadukan akuakultur (budi daya ikan) dengan hidroponik (budi daya tanaman tanpa tanah) dalam satu siklus yang saling menguntungkan. Sistem aquaponik memiliki tujuan untuk efisien air serta menghemat lahan dan bebas dari penggunaan pupuk kimia, karena nutrisi tanaman sepenuhnya berasal dari limbah organik ikan.
Karakteristik inilah yang membuat aquaponik dinilai cocok diterapkan di Desa Puron, mengingat keterbatasan lahan dan air bersih akibat kekeringan yang tengah dihadapi warga, sekaligus memberikan manfaat ganda berupa hasil sayuran segar dan ikan yang dapat dikonsumsi maupun dijual oleh ibu-ibu KWT.

Program kerja ini digagas sebagai respons atas kondisi kekeringan yang tengah melanda Desa Puron, yang berdampak pada terbatasnya lahan dan sumber air untuk bercocok tanam maupun budidaya ikan secara konvensional.
Melalui sistem aquaponik, mahasiswa KKN Undip berupaya menawarkan solusi budi daya yang lebih hemat air namun tetap mampu menghasilkan sayuran sekaligus ikan dalam satu sistem terpadu. Selain sistemnya yang menguntungkan, kandungan yang berada di dalam sayuran dan ikan juga dapat meningkatkan gizi keluarga.
“Harapan kami setelah bersosialisasi mengenai sistem aquaponik ini adalah ibu-ibu KWT ataupun warga sekitar dapat tergugah semangatnya untuk membudidayakan ikan dan sayur secara kecil-kecilan,” ujar David Pither selaku koordinator KKN Desa Puron di sela-sela kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung pada Jum’at (7/8), suasana tampak kondusif. Ibu-ibu KWT terlihat antusias dan memperhatikan dengan saksama setiap tahapan pembuatan aquaponik yang dipaparkan oleh mahasiswa, mulai dari perakitan instalasi, penataan media tanam, hingga cara kerja aquaponik itu sendiri. Beberapa pertanyaan seperti cara pemasangan keran air, pupuk yang digunakan, serta rekomendasi tanaman dan ikan untuk aquaponik.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Puron di tengah tantangan kekeringan yang dihadapi warga. Dengan menerapkan sistem aquaponik, ibu-ibu KWT diharapkan dapat memanfaatkan lahan dan air secara lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun kelompok, sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan dari hasil panen sayur dan ikan.
Kegiatan yang dilaksanakan di demplot KWT Desa Puron ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendampingi masyarakat menghadapi persoalan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat desa.
Penulis: ‘Ainun Nahar
Editor: Azis



