Dokumentasi Mahasiswa Kelompok 1 Tim II KKN-T IDBU 14 Desa Branjang menghadirkan program pendampingan pengenalan dasar perpajakan bagi pelaku UMKM di Dusun Cemanggah Kidul dan Dusun Truko, Desa Branjang
Jatengx.com, Kab. Semarang – Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga dapat didukung melalui pemahaman mengenai administrasi usaha dan perpajakan. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kelompok 1 Tim II KKN-T IDBU 14 Desa Branjang menghadirkan program pendampingan pengenalan dasar perpajakan bagi pelaku UMKM di Dusun Cemanggah Kidul dan Dusun Truko, Desa Branjang pada Rabu (5/8).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Multidisiplin 1 mahasiswa bidang Akuntansi Perpajakan. Para pelaku usaha lokal menjadi sasaran penerima pendampingan, yaitu yaitu UPPKA, Anto Aquarium Art, dan Tahu Bakso Amellia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasar perpajakan yang disesuaikan dengan karakteristik dan aktivitas usaha masing-masing. Pendampingan dilakukan secara komunikatif dan sederhana agar informasi yang diberikan dapat menjadi tambahan wawasan sekaligus bekal bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Kegiatan pendampingan diawali dengan mengenal lebih dekat aktivitas usaha dan administrasi yang telah dijalankan oleh masing-masing UMKM. Pada UPPKA, mahasiswa berbagi informasi mengenai dasar-dasar administrasi perpajakan yang dapat mendukung kegiatan kelompok usaha. Pendampingan bersama Anto Aquarium Art disesuaikan dengan karakteristik usaha yang bergerak di bidang produk dan ornamen akuarium.
Sementara itu, bersama Tahu Bakso Amellia, pembahasan dikaitkan dengan aktivitas usaha makanan dan transaksi yang berlangsung dalam kegiatan sehari-hari.
Dengan menggunakan contoh yang dekat dengan aktivitas usaha, pembahasan perpajakan diharapkan dapat terasa lebih ringan, mudah dipahami, dan memberikan gambaran yang lebih nyata bagi pelaku UMKM. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berdiskusi secara langsung, menyampaikan pertanyaan, serta mengenali informasi perpajakan yang relevan dengan kegiatan usaha mereka. Suasana pendampingan pun berlangsung hangat dan terbuka, sehingga proses berbagi terasa lebih nyaman bagi semua pihak.

Novita Febriyanti, salah satu mahasiswa menyampaikan salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah mengenai NPWP serta pengenalan Coretax sebagai bagian dari perkembangan administrasi perpajakan digital. Menurutnya, memberikan pendampingan mengenai fungsi identitas perpajakan dan gambaran mengenai administrasi perpajakan yang saat ini semakin memanfaatkan layanan digital.
“Kami bersama masyarakat utama para pelaku usaha lokal belajar bersama tentang perpajakan dengan mengenal dan memahami NPWP dan Coretax. Pengenalan ini berfungsi untuk mengedukasi para pelaku usaha mengenai pentingnya identitas pajak dan administrasi perpajak memanfaatkan layanan digital,” jelasnya Novita Febriyanti.
Lanjutnya mahasiswa tersebut menegasakan bahwa pendampingan kemudian diwujudkan dalam langkah nyata. Sebagaiman Anto Aquarium Art berhasil mendapatkan NPWP melalui proses pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 14. Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dari program karena menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan dapat dilanjutkan menjadi tindakan administratif yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Proses pendampingan ini hingga pelaku usaha benar-benar memahami dan mampu mengaplikasikannya, misalnya Anto Aquarium Art yang berhasil membuat NPWP. Keberhasilan ini menjadi indikator sehingga dapat dilanjutkan tindakan administratif yang sesuai kebutuhan usaha,” tegasnya.
Selain kegiatan pendampingan secara langsung, program ini juga menghasilkan buku panduan UMKM terutama terkait dengan penjelasan administrasi perpajakan secara sederhana bagi UMKM. Buku panduan tersebut disusun sebagai bentuk dokumentasi sekaligus luaran yang dapat digunakan sebagai referensi setelah kegiatan KKN-T IDBU 14 berakhir. Panduan tersebut memuat informasi dasar yang berkaitan dengan administrasi perpajakan UMKM, sehingga pelaku usaha memiliki bahan bacaan yang dapat digunakan kembali ketika membutuhkan informasi mengenai administrasi perpajakan.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T IDBU 14 dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM lokal Desa Branjang. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menghasilkan dua luaran utama, yaitu buku panduan administrasi perpajakan UMKM dan pendampingan pembuatan NPWP bagi Anto Aquarium Art.
Kedua luaran tersebut menjadi bagian dari upaya agar program KKN-T dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu Akuntansi Perpajakan secara langsung sekaligus belajar dari pengalaman para pelaku usaha di Desa Branjang.
Kegiatan pendampingan bersama UPPKA, Anto Aquarium Art, dan Tahu Bakso Amellia menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari dinamika usaha masyarakat Desa Branjang. Setiap UMKM memiliki karakteristik, produk, serta perjalanan usaha yang berbeda. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan yang fleksibel, komunikatif, dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Kegiatan ini menjadi langkah untuk membangun literasi perpajakan, memperkenalkan administrasi usaha, dan memberikan bekal pengetahuan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing UMKM.

Program pendampingan perpajakan bagi UPPKA, Anto Aquarium Art, dan Tahu Bakso Amellia sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung peningkatan pengetahuan, penguatan kapasitas, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan edukasi dan penyusunan buku panduan administrasi perpajakan UMKM, program ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan membuka ruang pembelajaran dan berbagi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
Pendampingan administrasi usaha dan proses pembuatan NPWP bagi Anto Aquarium Art menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), khususnya dalam memperkuat kesiapan UMKM untuk berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Pengenalan Coretax dan administrasi perpajakan secara digital juga sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi dalam mendukung administrasi usaha. Keseluruhan kegiatan turut mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) karena pelaksanaannya dibangun melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T IDBU 14 dan pelaku UMKM Desa Branjang.
Melalui kolaborasi tersebut, pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dapat dipertemukan dengan pengalaman dan potensi usaha masyarakat, sehingga tercipta proses pendampingan yang saling memberikan manfaat. Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, KKN-T IDBU 14 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi UMKM Desa Branjang, sekaligus mendorong tumbuhnya pengetahuan, kesiapan administrasi, dan peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Penulis: Novita Febriyanti
Pembimbing: Feri Satria Wicaksana Effendy, S.H., M.H
Editor: Azis



