Sesi foto bersama dan penyerahan leaflet kepada para kader posyandu Desa Klidang Wetan
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro, Rochmatul Laily Faradila dari Program Studi Ilmu Gizi, sukses menyelenggarakan program kerja “Pelatihan Pembuatan Bolu Kukus Pisang sebagai PMT Sehat” yang bertempat di Posyandu Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, pada Sabtu, (8/8/2026).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan kurangnya variasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sehat dan bergizi bagi balita, serta terbatasnya pengetahuan kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi camilan sehat yang disukai anak-anak.
Dengan menyasar kader posyandu sebagai peserta utama, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta keterampilan praktis dalam mengolah pisang, yaitu buah yang mudah ditemukan, terjangkau, dan kaya gizi untuk dibuat menjadi bolu kukus pisang yang lembut, lezat, dan bergizi sebagai alternatif PMT bagi balita.
Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP Kelompok Desa Klidang Wetan, Rochmatul Laily Faradila, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi kader posyandu dan masyarakat desa.
“Kami melihat potensi besar dari buah pisang yang cukup mudah didapatkan di Desa Klidang Wetan, namun pemanfaatannya sebagai PMT masih terbatas. Padahal, pisang kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi, kalium untuk fungsi otot dan saraf, vitamin C untuk daya tahan tubuh, serat untuk pencernaan, serta vitamin B6 untuk perkembangan otak. Oleh karena itu, melalui program ini, kami mengajarkan kader cara mengolah pisang menjadi bolu kukus yang praktis, bergizi, dan disukai balita, sebagai salah satu solusi PMT yang sehat dan inovatif,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat pisang bagi balita serta pentingnya PMT yang bergizi. Dalam sesi ini, kader diberikan pemahaman bahwa pisang memiliki tekstur lembut, rasa manis alami, dan mudah dicerna, sehingga sangat cocok sebagai bahan dasar PMT.
Selain itu, kader juga diedukasi mengenai kandungan gizi pisang yang meliputi karbohidrat sebagai sumber energi, kalium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi saraf, vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serat untuk melancarkan pencernaan, magnesium untuk pembentukan tulang, serta vitamin B6 untuk perkembangan otak dan pembentukan sel darah merah.
Mahasiswa juga menjelaskan langsung cara pembuatan bolu kukus pisang dengan resep sederhana dan memberikan tester.
Bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu pisang ambon matang, tepung terigu, telur, gula pasir, minyak goreng, dan baking soda. Kader diajarkan tahapan pembuatan mulai dari menghaluskan pisang, mencampurkan bahan, hingga mengukus adonan selama sekitar 20–25 menit.
Kader posyandu tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir, dengan banyak pertanyaan yang diajukan terkait takaran bahan dan tips agar bolu kukus berhasil dengan sempurna.
Salah satu kader posyandu Desa Klidang Wetan, Ibu Filah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari para mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program ini benar-benar membuka wawasan baru bagi kader posyandu kami dalam mengolah pisang menjadi camilan sehat yang disukai anak-anak. Bolu kukus pisang ini praktis, bergizi, dan bahan-bahannya mudah didapat di desa kami. Kami berharap apa yang diajarkan bisa terus diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi menu PMT andalan di posyandu Desa Klidang Wetan,” ungkapnya.
Acara reportase ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan leaflet kepada para kader posyandu Desa Klidang Wetan.
Mahasiswa berharap melalui pelatihan ini, kader posyandu dapat mengaplikasikan resep bolu kukus pisang sebagai salah satu menu PMT yang sehat, bergizi, dan disukai balita, sehingga program PMT di posyandu dapat berjalan lebih efektif dalam upaya meningkatkan status gizi dan mencegah stunting di Desa Klidang Wetan.
Penulis: Rochmatul Laily Faradila
Fotografer: Sania Febrianti
Kontak Humas: Instagram/Tiktok @lifeatklidangwetan
Editor: Azis



