Mahasiswa bersama siswa berfoto bersama seusai kegiatan edukasi dan tunjukkan poy taman toga yang telah mereka buat
Jatengx.com, Batang – Botol plastik bekas yang biasanya berakhir menjadi limbah disulap menjadi media belajar yang dekat dengan keseharian siswa dalam kegiatan Program Multidisiplin 2 KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di SDN 01 Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Mengusung tema “Penguatan Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan melalui Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat”, kegiatan ini mengajak siswa kelas 4 untuk mengenal lingkungan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), sekaligus belajar mengenali emosi melalui kegiatan yang interaktif dan kreatif.
Program yang dilaksanakan pada (1/8) ini merupakan kolaborasi dari 4 program studi, yaitu Hukum, Ilmu Kelautan, Farmasi, dan Psikologi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak melihat kembali benda yang sering dianggap sebagai sampah dan memahami bahwa botol plastik bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.
Mahasiswa mengawali dengan mengenalkan siswa mengenai sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Siswa juga diperkenalkan pada peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan lingkungan, sebelum kemudian diajak mengenal Tanaman Obat Keluarga (TOGA) beserta manfaatnya.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada pengenalan emosi. Siswa diajak untuk mengenal enam emosi dasar, memahami fungsi dari setiap emosi, serta belajar mengenali apa yang mereka rasakan. Tidak berhenti pada mengenali emosi, siswa juga diajak memahami cara menghadapi dan mengelola emosi melalui kegiatan yang interaktif dan dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Pemahaman tersebut kemudian dituangkan dalam Emotion Pot. Siswa menghias botol plastik bekas dengan warna dan ekspresi emosi yang merepresentasikan perasaan yang mereka kenali. Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan emosi secara kreatif sekaligus melihat bahwa sebuah benda yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat memiliki fungsi baru.

Setelah dihias, botol tersebut digunakan sebagai media tanam TOGA. Dengan demikian, Emotion Pot mempertemukan pembelajaran mengenai lingkungan, kebersihan, dan kesehatan mental sejak dini dalam satu kegiatan. Siswa tidak hanya belajar memanfaatkan kembali sampah plastik, tetapi juga diajak mengenali dirinya sendiri melalui pengalaman yang sederhana dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Bu Millatina, Kepala SDN 01 Tragung, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan KKN memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi siswa, baik melalui pengenalan manfaat tanaman obat maupun pembelajaran mengenai emosi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan KKN yang telah dilaksanakan di sekolah kami. Program ini menambah wawasan, pengalaman baru, kreativitas, dan semangat bagi anak-anak,” ungkapnya.

Melalui Program Multidisiplin 2, KKN Tim II UNDIP berharap pengalaman yang diperoleh siswa dapat terus diterapkan dalam keseharian, baik dalam menjaga lingkungan, memanfaatkan tanaman obat di sekitar, maupun mengenali dan mengelola emosi mereka.



