
Jungsemi, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2025/2026 telah melaksanakan kegiatan edukasi pemilahan sampah di SDN 3 Jungsemi, Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Edukasi Pemilahan Sampah Organik, Anorganik, dan B3 melalui Penyediaan Fasilitas Tong Sampah Terpilah di Sekolah Dasar Desa Jungsemi.”
Kegiatan yang digagas oleh Afifah Ali Alhadadi, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara memilah sampah dengan baik dan benar. Sebelumnya, SDN 3 Jungsemi telah memiliki tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, tetapi belum tersedia tempat sampah khusus untuk sampah B3.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Siswa diberikan contoh sampah yang sering ditemui sehari-hari, seperti sisa makanan, daun, botol plastik, hingga baterai. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa lebih mudah mengenali dan membedakan ketiga jenis sampah tersebut.
Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti permainan tebak jenis sampah. Beberapa gambar sampah ditampilkan melalui layar, kemudian siswa diminta menentukan apakah sampah tersebut termasuk organik, anorganik, atau B3. Permainan ini dilakukan untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan tong sampah terpilah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan ember cat bekas untuk dimanfaatkan kembali sebagai tempat sampah. Dengan didampingi mahasiswa KKN, siswa membersihkan, mengecat, dan menghias ember sesuai kreativitas kelompok masing-masing.
Pemanfaatan ember cat bekas tersebut sekaligus mengenalkan konsep reuse, yaitu menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk bekerja sama, membagi tugas, dan mengembangkan kreativitas.
Tong sampah yang telah dibuat kemudian ditempatkan di lingkungan SDN 3 Jungsemi sebagai fasilitas pendukung pemilahan sampah. Dengan adanya fasilitas tersebut, siswa dapat langsung menerapkan pemilahan sampah sesuai jenisnya di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman langsung dalam mengenali dan memilah sampah. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Penulis: Afifah Ali Alhadadi



